Sekilasindonesia.id CILEGON – Sebanyak 510 siswa-siswi SMKS 17 Kota Cilegon mengikuti kegiatan Pembinaan Karakter dan Bela Negara yang berlangsung selama empat hari tiga malam yang dibuka langsung oleh Kepala SMKS 17 Kota Cilegon Hj. Aan Suhana, Rabu (17/06/2026).
Dengan melibatkan pembinaan langsung dari Babinsa Koramil 2301/Cilegon, Serka Iwan Maulana.
Dalam keterangannya, Serka Iwan Maulana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, beretika, memiliki wawasan kebangsaan, serta cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan, etika, tata krama, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta pembinaan kedisiplinan.
“Kami ingin membentuk siswa yang memiliki rasa tanggung jawab, mampu tampil sebagai pemimpin, dan memiliki semangat menjaga NKRI,” ujar Serka Iwan.
Menurutnya, pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang dapat membentuk mental, karakter, dan kepemimpinan para peserta.
Harapan kami, siswa-siswi SMKS 17 menjadi generasi yang sehat, disiplin, dan berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan.
“Mereka adalah calon penerus bangsa yang harus siap menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKS 17 Kota Cilegon, Suhanda, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning yang menekankan pembelajaran karakter melalui pengalaman langsung.
“Selain materi bela negara dan wawasan kebangsaan, siswa juga mendapatkan pembinaan akhlak, mental, pengenalan Pancasila, UUD 1945, ibadah berjamaah, kultum, olahraga, gotong royong, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia sehat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selama kegiatan berlangsung para siswa tidak diperbolehkan menggunakan telepon genggam.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, serta memperkuat interaksi sosial antar siswa.
Selama empat hari tiga malam mereka belajar bangun tepat waktu, beribadah bersama, makan bersama, bergotong royong, dan menjaga kesehatan.
“Harapan kami mereka memiliki jiwa kenegarawanan, disiplin, serta mampu menerapkan nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dukungan juga datang dari para orang tua siswa, salah satunya, Maydina, wali murid M. Adnan Prakoso kelas X PM 1, yang mengaku merasakan perubahan positif pada anaknya setelah mengikuti berbagai kegiatan pembinaan karakter.
Anak saya sebelumnya cenderung introvert, sekarang lebih aktif, lebih disiplin, lebih ceria, dan lebih percaya diri.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak, baik untuk dirinya sendiri, sekolah, maupun untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Maydina juga menegaskan bahwa keikutsertaan anaknya dalam kegiatan tersebut dilakukan atas kemauan sendiri tanpa adanya unsur paksaan.
Kami sebagai orang tua hanya mendukung. Tidak ada paksaan sama sekali.
“Justru anak saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena banyak manfaat yang didapat,” pungkasnya.
Kegiatan Bela Negara di SMKS 17 Kota Cilegon diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagindo Yakub.











