TAKALAR – Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM., hadir sebagai narasumber pada kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II/LK II) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wisma Pemda Kabupaten Takalar, Rabu (17/6/2026), dan diikuti oleh puluhan kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Hengky Yasin membawakan materi bertema “Memacu Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan: Optimalisasi Sektor Maritim dan Agraris dalam Mengentaskan Kemiskinan Pesisir dan Pedesaan Takalar”. Tema ini diangkat sebagai upaya memetakan strategi pembangunan daerah yang berbasis pada potensi unggulan Kabupaten Takalar.
Di hadapan para peserta, Wakil Bupati menjelaskan bahwa Takalar memiliki kekuatan besar pada sektor maritim dan agraris yang harus dikelola secara maksimal. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan pedesaan.
“Takalar dianugerahi garis pantai yang panjang dan lahan pertanian yang subur. Jika kita mampu mengoptimalkan hilirisasi produk kelautan dan pertanian dengan dukungan teknologi yang tepat serta tetap menjaga kelestarian lingkungan, maka kesejahteraan nelayan dan petani akan meningkat secara signifikan,” ungkap Hengky Yasin.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda, khususnya kader HMI, dalam mendukung pembangunan daerah. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengkritik kebijakan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan program nyata yang berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, jajaran pengurus HMI Cabang Takalar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Takalar yang telah berbagi wawasan dan pengalaman kepada para peserta LK II. Kehadiran tokoh pemerintahan dalam forum kaderisasi tersebut dinilai memberikan motivasi serta perspektif yang lebih luas dalam memahami tantangan pembangunan daerah.
Intermediate Training (LK II) sendiri merupakan jenjang kaderisasi formal HMI yang bertujuan mencetak kader pemikir, pemimpin, dan agen perubahan yang mampu menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan. Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta aktif mengkritisi sekaligus mendalami berbagai isu pembangunan ekonomi daerah.











