Sekilasindonesia.id SERANG – Pondok Pesantren Fathussibyan, Cibawang, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, menggelar acara Pelepasan dan Wisuda Santri Tahun Ajaran ke-VI yang berlangsung khidmat dan penuh haru.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka dan bersiap melangkah ke jenjang berikutnya.
Pemimpin Pondok Pesantren Fathussibyan, KH. TB. Ohen, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan pelepasan santri tahun ini.
Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar di masa depan.
“Alhamdulillah pelepasan santri ke-VI berjalan dengan lancar. Wisudawan dan wisudawati tahun ajaran ke-VI ini semuanya berjalan dengan baik dan sukses.
“Saya berpesan kepada anak-anak yang telah diwisuda agar jangan merasa perjuangannya selesai sampai di sini. Ini adalah awal dari perjuangan untuk melangkah lebih jauh ke depan, bukan akhir,” ujar
KH. TB. Ohen.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa lulusan memilih untuk mengabdi di pondok pesantren.
Sedikitnya tiga santri akan melanjutkan pengabdian sebagai bagian dari proses memperdalam ilmu dan pengalaman mengajar.
“Mereka yang mengabdi nantinya akan mempelajari kembali apa yang telah diajarkan, sehingga ilmu yang didapat benar-benar bermanfaat dan dapat diteruskan kepada orang lain,” tambahnya.
KH. TB. Ohen berharap seluruh lulusan Ponpes Fathussibyan dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, negara, serta membanggakan kedua orang tua mereka.
Pada kesempatan tersebut, penghargaan juga diberikan kepada santri berprestasi dengan nilai tertinggi, Nurul Fadillah.
Ia mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka dapat meraih prestasi tersebut.
Saya sangat senang karena ini merupakan penghargaan yang istimewa.
Selama di pondok saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman berharga.
“Kunci saya bisa meraih nilai tertinggi adalah belajar dengan sungguh-sungguh, memiliki kemauan dari diri sendiri, serta patuh kepada guru,” ungkap Nurul.
Nurul juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan pondok dan seluruh tenaga pendidik yang telah membimbingnya selama menempuh pendidikan.
Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Abi dan Umi serta seluruh guru yang telah mendidik saya. Mereka sudah seperti orang tua sendiri.
“Setelah ini, insya Allah saya ingin mengabdi terlebih dahulu di Pondok Pesantren Fathussibyan,” katanya.
Sementara itu, salah satu perwakilan santri putra, Kaisya Ramadanil, mengaku memiliki banyak kenangan selama menempuh pendidikan di pondok pesantren tersebut.
Saya sangat berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik saya sejak awal masuk hingga selesai.
“Tentu ada suka dan duka, salah satunya jauh dari orang tua, tetapi itu menjadi bagian dari proses kehidupan dan pembelajaran,” ujarnya.
Kaisya juga mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) pada Program Studi Manajemen.
Setelah lulus dari Pondok Pesantren Fathussibyan, saya akan melanjutkan kuliah di Untirta jurusan Manajemen.
“Harapan saya ke depan semoga bisa sukses dan menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa serta agama,” tuturnya.
Acara pelepasan santri ke-VI Pondok Pesantren Fathussibyan tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga momentum untuk menanamkan semangat pengabdian, kerja keras, dan cita-cita tinggi bagi para lulusan dalam menggapai masa depan yang lebih baik.
Bagindo Yakub.











