Sekilasindonesia.id PANDEGLANG – Kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang digelar dalam rangka TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon mendapat apresiasi besar dari pihak Klinik Utama Mata Saruni Jln.Raya Labuan 02 Desa Sukaratu Kec Majasari Kab Pandeglang Banten.
Program kolaborasi antara Kodim 0623/Cilegon, Baznas Cilegon, dan Klinik Utama Mata Saruni ini dinilai menjadi langkah nyata membantu masyarakat kurang mampu sekaligus menekan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.
Owner Klinik Utama Mata Saruni, dr. Darmawan M. Sophian, Sp.M (K) menyampaikan rasa terima kasih kepada Kodim 0623/Cilegon dan Baznas Cilegon yang telah berinisiatif menghadirkan layanan operasi katarak gratis bagi masyarakat.
Menurutnya, katarak masih menjadi persoalan nasional karena tingginya angka penderita yang belum tertangani.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi backlog katarak, yakni jumlah kasus baru yang muncul lebih cepat dibanding kemampuan penanganan operasi yang tersedia.
Kami sangat berterima kasih bisa bekerja sama memberikan pelayanan seperti ini.
“Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar karena koordinasi yang baik, mulai dari mobilisasi pasien, transportasi, hingga pelayanan yang diberikan kepada pasien benar-benar dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa operasi katarak bertujuan menghilangkan gangguan pada jalur penglihatan, namun hasil penglihatan pasien tetap dipengaruhi kondisi retina dan kesehatan lainnya seperti diabetes maupun hipertensi.
Kalau retina pasien baik maka penglihatannya juga akan bagus setelah operasi.
“Mudah-mudahan seluruh pasien mendapatkan hasil terbaik dan cepat sembuh,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Klinik Utama Mata Saruni, Muhammad Isa, mengatakan pihaknya sangat senang dipercaya bekerja sama dalam kegiatan sosial tersebut.
Menurutnya, Klinik Utama Mata Saruni memang tumbuh dari kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis sehingga program kemanusiaan seperti ini menjadi bagian penting dari pelayanan mereka kepada masyarakat.
“Kami sangat senang ketika Baznas Cilegon mengajak bekerja sama dalam kegiatan ini. Kami menyambut para mustahik penerima manfaat dengan penuh kegembiraan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Kodim 0623/Cilegon yang telah membantu seluruh kebutuhan pasien mulai dari transportasi hingga pendampingan selama proses operasi berlangsung.
Muhammad Isa menambahkan bahwa operasi dilakukan menggunakan teknik phacoemulsification (veko), yakni metode modern tanpa jahitan dan tanpa perban sehingga pasien dapat langsung merasakan peningkatan penglihatan setelah tindakan operasi.
“Kami menyiapkan dokter terbaik, peralatan terbaik, dan pelayanan terbaik agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari operasi katarak gratis ini,” pungkasnya.
Bagindo Yakub.











