Pangkalpinang, Sekilas Indonesia – Sebanyak sembilan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan di Pangkalpinang resmi menerima sertifikat pelatihan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof Udin, di Smart Room Center (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang untuk meningkatkan daya saing produk perikanan dan kelautan melalui penerapan standar jaminan mutu nasional hingga internasional.
Prof Udin menjelaskan, pelatihan HACCP merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkot yang mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia (BI) dan Balai Mutu.
“Bank Indonesia dan Balai Mutu merespons positif keinginan kami untuk memberikan pelatihan jaminan mutu pada produk perikanan dan kelautan. Hal ini sangat penting agar produk UMKM kita memenuhi standar mutu yang diakui secara nasional maupun internasional,” ucapnya.
Wali Kota menegaskan, pemenuhan standar mutu menjadi kunci utama bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk merambah pasar ekspor.
“Dengan memiliki standar mutu yang sesuai, pelaku usaha berpeluang lebih besar untuk mengekspor produk ke pasar global,” katanya.
Menurut dia, program penguatan mutu UMKM bukan merupakan langkah pertama yang dilakukan. Sebelumnya, Pemkot Pangkalpinang juga telah meluncurkan program serupa sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM di kota tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Udin mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku usaha lokal telah berhasil mendapatkan kontrak pengiriman produk ke Singapura serta beberapa negara di kawasan Eropa.
“Sudah ada beberapa UMKM yang meraih kontrak ekspor ke Singapura dan Eropa. Program ini akan terus berlanjut, dilengkapi dengan pembinaan dan pendampingan agar semakin banyak produk lokal kita yang bisa menembus pasar internasional,” tutupnya.
(Budi)











