Sekilasindonesia.id PANGKALPINANG — Tiga mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (SAS Babel) menorehkan prestasi dalam ajang Babel Youthpreneur 2025 yang diselenggarakan Kemenkeu Satu Provinsi Bangka Belitung, Rabu (17/12/2025), di Aula Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Sandri dan Aulia Rohimah dari Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) serta Sundari dari Program Studi Akuntansi Syariah.
Mereka tergabung dalam Kelompok 7 yang mendampingi UMKM Rumah Makan Raja Lele.
Melalui pendampingan tersebut, tim ini berhasil meraih Juara I Challenge Company Profile dan Katalog Produk serta Juara I Challenge Pengembangan Ide Bisnis.
Capaian ini menjadikan mereka satu-satunya tim yang memperoleh dua penghargaan tertinggi dalam dua kategori berbeda pada ajang tersebut.
Dalam proses pendampingan, para mahasiswa menyusun company profile, merancang katalog produk, mengembangkan strategi pemasaran, serta menawarkan gagasan pengembangan bisnis yang disesuaikan dengan karakteristik UMKM.
Dewan juri menilai inovasi yang ditawarkan memiliki tingkat kreativitas tinggi, aplikatif, dan berpotensi meningkatkan daya saing usaha kuliner lokal.
Pemilik Rumah Makan Raja Lele, Pipit, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa IAIN SAS Babel.
Pendampingan ini sangat membantu usaha kami, mulai dari konsep promosi, penataan produk, hingga perencanaan pengembangan usaha ke depan.
“Ide-ide yang diberikan mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan,” ujar Pipit.
Ketua Kelompok 7, Sandri, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif tim serta dukungan berbagai pihak.
“Babel Youthpreneur menjadi ruang belajar yang penting bagi kami untuk memahami dunia usaha secara langsung dan menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah,” kata Sandri.
Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja maupun kewirausahaan.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan UMKM merupakan bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendorong perekonomian daerah.
Prestasi mahasiswa IAIN SAS Babel ini sejalan dengan tujuan Babel Youthpreneur 2025 dalam membangun ekosistem wirausaha muda yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing di Bangka Belitung.
Redaksi.











