MUNA BARAT, SEKILASINDO.COM- Paguyuban Keluarga Ponorogo (PKP) Kabupaten Muna Barat (Mubar) adakan Pertemuan rutin guna mempererat tali silaturahmi antar anggota paguyuban.
Ketua PKP Mubar, Sumarno mengatakan., Pertemuan ini rutin dilakukan sebulan sekali. untuk tetap mempererat tali silaturahmi antar anggota juga membicarakan hal-hal apa saja yang menjadi evaluasi kerja PKP Mubar sebelumnya (07/04/2019).
“Pertemuan ini rutin kami lakukan tiap bulannya, berharap anggota PKP Mubar ini lebih kompak dan tali silaturahmi lebih erat dari tahun-tahun sebelumnya”., ungkap Sumarno.
Saat ditemui Media Sekilasindo.com, Sumarno juga mengaku bahwa PKP Mubar ini berdiri sejak tahun 1995 dan beranggotakan kurang lebih 300 orang dari 5 Desa di Tiworo Raya yakni, Desa Labokolo, Desa Sido Makmur, Desa Abadi Jaya, Desa Parura Jaya, serta Desa Kasimpa Jaya.
“Hanya saja akhir-akhir ini anggota PKP Mubar kurang kompak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, mungkin karena kesibukan masing-masing.” Lanjut Sumarno
Sumarno juga menambahkan, bahwa PKP Mubar ini mempunyai salah satu seni budaya yakni Reog Ponorogo yang sering tampil di tengah-tengah masyarakat Mubar. “Kami sering menampilkan seni tari Reog Ponorogo ini di hadapan masyarakat Mubar.” Ungkapnya.
Perlu diketahui bahwa PKP Mubar ini dengan seni tari Reog Ponorogonya juga sering diundang oleh Pemda Mubar dalam kegiatan-kegiatan penting, seperti penjemputan kunjungan kerja tim dari Propinsi maupun dari Pusat, peresmian pelabuhan, peresmian bandara, dan lain-lain.
Sumarno berharap PKP Mubar ini lebih diperhatikan lagi oleh Pemerintah Mubar agar tetap mempertahankan dan menampilkan nilai-nilai budaya Indonesia khususnya seni tari Reog Ponorogo.
“Kami berharap kepada Pemerintah agar kami lebih diperhatikan lagi, terutama masalah pendanaan PKP ini, serta berharap semoga pemerintah juga mengadakan program pelatihan seni tari Reog Ponorogo ini”. Tutup mantan Kepala Desa Labokolo ini. (Deddy)











