Daerah

Kopitiam Bhayangkara Cafe Tempat Nongkrong Pinggir Pantai Toboali yang Wajib Dikunjungi

×

Kopitiam Bhayangkara Cafe Tempat Nongkrong Pinggir Pantai Toboali yang Wajib Dikunjungi

Sebarkan artikel ini

Sekilas Indonesia | BANGKA SELATAN 

Pantai tangsi atau yang sering disebut dengan pantai Laut nek aji yang terletak di ujung selatan pulau Bangka terdapat sebuah cafe yang patut di kunjungi. Ya cafe itu bernama Kopitiam Bhayangkara Cafe. Lokasinya pun tak jauh dari Pusat Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Click Here

Di cafe ini, kamu bisa menikmati indahnya pemandangan sambil nongkrong bersama kolega dengan ditemani suasana pantai dan konsep moderen. Disamping cafe ini juga terdapat bangunan tua peninggalan Belanda yaitu Benteng Toboali.

Ditambah dengan alunan musik yang dimainkan oleh Band-ban lokal, cafe yang berada di pesisir pantai ini mampu membuat kamu melepas penat sejenak sambil mencipipi aneka minuman segar dan cemilan yang menggugah selera. Selain itu cafe ini juga menyediakan 2 tempat karoke keluarga.

Cafe yang buka pada tahun 2020 ini diberi nama Kopitiam Bayangkara Coffee, nama ini diambil karena letaknya tepat di belakang Kantor Polsek Toboali.

“Cafe ini kami beri nama Kopitiam Bhayangkara Cafe, karena pas di belakang Kantor Polsek, cafe ini sudah berdiri selama 3 tahun. Awalnya buka karena ingin ngasih tempat tongkrongan yang seru agar para pengunjung baik masyarakat lokal maupun luar Kota Toboali bisa berkunjung ke pantai Laut Nek Aji,” kata Ko Afat selaku owner Cafe Bhayangkara Coffee, kepada Sekindo.id, Sabtu (5/8/2023) malam.

Ko Afat juga bercerita, sebelumnya, ia sempat membangun anak tangga akses menuju Benteng Toboali. Selain itu ia juga membangun taman bunga yang indah dengan tulisan dan lukisan nama Pantai Nek Aji dan Benteng Toboali yang berada disamping icon kota Toboali (Benteng Toboali).

Namun sayangnya, hiasan taman bunga dan lukisan tersebut di protes olah salah satu Ormas di Bangka Selatan, karena dianggap merusak tempat sejarah dari Benteng Toboali. Padahal, kata Ko Afat, dibangunnya taman bunga dan lukisan itu sebagai tempat berfoto untuk memikat daya tarik wisatawan agar bisa berkunjung ke daerah Toboali.

“Disamping Benteng Toboali sempat saya bikin taman bunga dan tulisan-tulian nama Pantai Nek Aji dan nama Benteng Toboali. Namun itu di protes karena di anggap merusak, akhirnya kami hapus. Padahal niat kami bikin itu untuk mempromosikan tempat wisata disini agar bisa dikenal hingga luar pulau Bangka,” bebernya.

Namun seiring berjalannya waktu, kata Ko Afat, usaha yang digeluti sekarang ini, omsetnya turun drastis dibandingkan beberapa tahun yang lalu, tetapi ia tetap semangat dan menyakini bahwa usaha ini akan berjalan sesuai harapan

“Meski sekarang diketahui omzet (pemasukan, red) agak menurun ya, kemungkinan dampak ekonomi masyarakat melemah, tapi mau bagaimana lagi kalau ditutup kasian sama orang yang kerja ke kita karena itu merupakan tanggung jawab saya sebagai yang punya usaha ini. Jadi ya kita yakini saja lah, mudah-mudahan usaha tetap berjalan dan sesuai harapan,” kata Ko Afat, salah satu pengusaha ternama di Kota Toboali. (Riki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *