Daerah

DKPPKB Basel Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting, dr Agus: Semester 1 ada 160 Kasus

×

DKPPKB Basel Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting, dr Agus: Semester 1 ada 160 Kasus

Sebarkan artikel ini

Sekilas Indonesia, Bangka Selatan – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) melakukan Diseminasi Audit Kasus Stunting di Bangka Selatan.

Hal ini dilakukan guna mempercepat penurunan angka stunting yang terjadi di Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2023. Kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting ini berlangsung di Ruang Pertemuan Gunung Namak, Bangka Selatan, Senin (19/6/2023).

Click Here

Kepala DKPPKB Bangka Selatan, dr Agus Pranawa mengatakan total keseluruhan kasus yang di audit dalam kasus stunting semester 1 di Bangka Selatan sebanyak 160 kasus.

“Dari hasil audit yang kita catat tahun ini pada semester 1 ada 160 kasus stunting di Bangka Selatan,” kata Agus.

Agus menjelaskan, data yang diperoleh tersebut berdasarkan hasil kerja audit kasus stunting melalui seleksi di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.

“Iya, itu hasil dari seleksi per kecamatan, untuk di Kecamatan Toboali yang Catin ada 1 orang, Ibu Hamil 11, Ibu Nifas 7, Baduta 48, dan Balita 1 orang, Kecamatan Payung, Ibu Hamil ada 7, Baduta 3, Balita 2. Sedangkan Kecamatan Simpang Rimba, Catin 2, Baduta 15, Balita 2,” jelasnya.

“Selanjutnya di Kecamatan Airgegas, Catin 3, Ibu Hamil 2, Baduta 13. Kecamatan Tukak Sadai, Baduta 7, Balita 3. Lalu di Kecamatan Pulau Besar, Ibu Hamil 2, Ibu Nifas 11, Baduta 3. Kemudian di Kecamatan Kepulauan Pongok, Baduta 11, Balita 2. Terakhir di Kecamatan Lepar, ada Baduta 3 dan Balita 1,” tambahnya.

Menurut Agus, stunting itu terjadi di sebabkan oleh 2 faktor yang pertama faktor intervensi gizi spesifik atau yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan. Kedua intervensi gizi sensitif atau intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat terutama para remaja, ibu hamil dan ibu balita agar selalu mengkonsumsi makanan dengan menu gizi seimbang.

“Untuk itu kami mengajak bagi ibu hamil agar rutin melakukan ANC ke fasilitas kesehatan yang ada di daerah masing-masing, seperti membawa anaknya ke Posyandu agar bisa memantau tumbuh kembang anak setiap bulannya, sehingga kita tahu perkembangan balita ini termasuk kategori stunting atau tidak,” pungkasnya.

 

(Riki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *