Daerah

Melalui Dana Earmar, Dinkes Jeneponto Fokus Penguatan Mitigasi Penekanang Stunting

×

Melalui Dana Earmar, Dinkes Jeneponto Fokus Penguatan Mitigasi Penekanang Stunting

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id ||JENEPONTO – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya upaya lewat programnya untuk menekang peningkatan angka resiko stunting.

Hal tersebut, disampaikan oleh kadis Kesehatan Kabupaten Jeneponto Syusanti Mansyur mengatakan, pihaknya terus melakukan penekanan agar angka stunting di Jeneponto menurun.

Click Here

Tahun ini melalui Dana Earmar, Ia fokus pada penguatan mitigasi desiminasi data lebih pada sasaran.

“Insya Allah balita atau anak yang berisiko stunting dengan mengintervensi untuk memakanan telur setiap hari selama tiga bulan, itu akan menambah tinggi badanya. Makanya itu kita akan perkuat programnya,” ucapnya dia kepada awak media sekilas Indonesia. Id setelah pelantikan DPD PPNI, Minggu (29/1/2023) Kemarin.

Untuk itu dalam penanganan Stunting di Kabupaten Berjuluk Butta Turatea belum di tau pasti besaran anggaran yang akan diperuntukkan, karna masih menunggu.

“Belum di tau pastinya berapa anggarannya, Namun Pemerintah Daerah melalui Bapak Bupati (Iksan Iskandar, red) sudah menekang itu bahwa Dinas Kesehatan harus ada anggaran,” jelasnya.

Syusanti Mansyur juga menyebutkan, sampai saat ini peningkatan angka resiko stunting itu ada pada wilayah di Kecamatan Bangkala Barat Barana dan Bulujaya.

“Penanganannya itu harus semua Desa/Kelurahan harus dituntaskan, Jadi stunting dilihat dari tinggi badan dan umurnya anak,” kata dia.

Di moment pelantikan pengurus DPD PPNI Jeneponto ini, Kadinkes berharap kepada seluruh perawat sebagai gardan terdepan dalam penekanan angka stunting agar terus mendukung program stunting.

“Merekalah ini (Perawat), Tenaga Kesehatan, Bidan adalah gardan terdepan dalam mendukung program stunting, baik di posyandu didesa,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan, bahwa untuk penekanan angka stunting itu, pihaknya diberikan kewenangan 30 persen untuk penyelesaian dan 70 persen itu kita garap bersama sama degan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya.

Penulis: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *