Sekilasindonesia.id BANGKA SELATAN – Acara Rapat Wilayah I (RAPIMWIL I ) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang di gelarkan di gedung kesenian SMA Muhammadiyah Toboali Kabupaten Bangka Selatan, dengan tema ‘Pemuda Negarawan Untuk Bangka Belitung Berkemajuan’, Sabtu (2/7/2022).
Dalam acara RAPIMWIL I pimpinan Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung turut hadir juga Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi SE. Bendahara Umum PP Muhammadiyah pusat (Zaidi bassiturrozak, MSi), Dekan FSEI IAIN SAS Babel(Dr.H.iskandar, M. Hum), Anggota DPRD Kota Pangkalpinang(Rio setiadi, ST),anggota KPU Bangka Belitung (Husni, Spd),Polres Basel yang di wakili oleh Kabinda(priyono),Forkopimda Bangka Selatan, serta tamu undangan lainnya.
Wabup Bangka Selatan Debby vita dewi dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada pemuda muhammadiyah, acara RAPIMWIL di adakan di kabupaten Bangka Selatan di negri beribu pesona. Muda-mudahan para peserta dari 7 kabupaten yang hadir, muda-mudahan bisa berkesan dan mempesona selalu di dalam hati semuanya.
“Saya berharap, semoga dengan kegiatan ini kita semua dapat meningkatkan kualitas dan keberadaan organisasi, sehingga kita semua dapat berperan sebagai salah satu elemen kekuatan pembangunan di kabupaten Bangka Selatan, saya berharap dengan adanya RAPIMWIL ini pemuda muhammadiyah Bangka Belitung selalu bisa bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam peran prastrategis yang menimbulkan produktivitas dan signifikansi terhadap pembangunan yang sedang berjalan,” ungkap wakil bupati.
Selain itu bendahara umum pemuda Muhammadiyah pusat, Pak Zaidi Bassiturrozak, MSi menjelaskan,” Dalam kontek pemuda kenegarawan maka ada satu tatanan yang mendasar kemudian harus di terapkan atau menjadi sebuah Felyus oleh teman-teman semuanya,” jelasnya.
Selanjutnya,” Berbicara tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar, sebagai pijakan gerakan pemuda Muhammadiyah dalam kontek untuk mewujudkan masyarakat, yang pertama adil dan makmur, turunan konsep itu adalah pemuda kenegarawan apiliasi konsep sebagai sebuah intrumen yang kemudian harus di pahami, tidak hanya sebagai sebuah nilai tapi juga sebuah etika. Sebagai sebuah sikap, maupun sebagai sebuah etika, baik itu etika personal ataupun etika publik,” pungkasnya.
Penulis: Riki











