Berita

Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia, Imigrasi Cilegon Bekali Warga Pabean dengan Strategi Ekonomi Digital

×

Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia, Imigrasi Cilegon Bekali Warga Pabean dengan Strategi Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini

SEKINDO.id CILEGON – Iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri melalui jalur nonprosedural masih menjadi salah satu modus yang perlu diwaspadai masyarakat.

Menyikapi kerentanan tersebut, Kantor Imigrasi Cilegon memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) melalui edukasi hukum sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Click Here

Langkah itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Jumat (23/10/2026).

Mengusung tema “Pelatihan Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pemasaran Digital UMKM sebagai Upaya Pencegahan TPPO dan TPPM”, kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lurah Pabean, Ahmad Buhari, turut hadir bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Kegiatan tersebut menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang berkaitan dengan keimigrasian.

Tim PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembina Desa) Kantor Imigrasi Cilegon yang bertindak sebagai pemateri memberikan pemahaman mengenai bahaya TPPO dan TPPM.

Warga diingatkan untuk tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri dengan gaji tinggi apabila proses perekrutan dan keberangkatannya tidak sesuai prosedur.

Pasalnya, iming-iming penghasilan besar dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjerat calon korban.

Karena itu, masyarakat didorong lebih kritis dalam memeriksa informasi lowongan kerja, legalitas perekrut, serta prosedur keberangkatan sebelum mengambil keputusan.

Perkuat Ekonomi Warga Lewat UMKM Digital
Tak hanya memberikan edukasi hukum, Kantor Imigrasi Cilegon juga menggandeng pakar pemasaran digital, Rosyid Mustofa, untuk membekali pelaku UMKM Kelurahan Pabean dengan keterampilan pemasaran berbasis teknologi.

Pelatihan tersebut mencakup penguatan branding dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.

Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang usaha dan membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi.

Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Aditya Triputranto, menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat merupakan salah satu pendekatan penting untuk mengurangi kerentanan warga terhadap praktik TPPO dan TPPM.

“Kami menyadari bahwa faktor kerentanan ekonomi sering kali menjadi celah utama yang dimanfaatkan oleh sindikat TPPO dan TPPM untuk menjerat korbannya,” ujar Aditya.

Menurutnya, program Desa Binaan Imigrasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman hukum, tetapi juga memberikan pembekalan keterampilan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha.

Melalui pelatihan pemasaran digital, pihaknya berharap pelaku UMKM mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Kami berharap kemandirian ekonomi UMKM ini dapat menjadi benteng pertahanan terkuat bagi warga Pabean dari bujuk rayu para sindikat,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Pabean, Ahmad Buhari, mengapresiasi inisiatif Kantor Imigrasi Cilegon yang menggabungkan edukasi keimigrasian dengan pelatihan ekonomi digital.

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, yakni meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kejahatan keimigrasian sekaligus menambah keterampilan untuk menghadapi persaingan ekonomi digital.

Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan yang lebih waspada terhadap modus TPPO dan TPPM, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

Melalui program Desa Binaan Imigrasi yang berkelanjutan, Kantor Imigrasi Cilegon berkomitmen memperkuat edukasi hukum dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dengan demikian, warga diharapkan semakin mampu mengenali risiko kejahatan serta memanfaatkan peluang usaha secara mandiri dan produktif,” pungkasnya.