BeritaDaerah

Wabup Takalar H. Hengky Yasin Hadiri Malam Tausiyah Malam ke-2 Almarhumah Hj.Mene: Mari Kita Doakan agar Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT

×

Wabup Takalar H. Hengky Yasin Hadiri Malam Tausiyah Malam ke-2 Almarhumah Hj.Mene: Mari Kita Doakan agar Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT

Sebarkan artikel ini

TAKALAR – Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., menghadiri malam tausiyah hari kedua di kediaman almarhumah Hj. Hasnah Daeng Mene, istri almarhum H. Abdul Jalal Daeng Ngalle, yang merupakan bagian dari keluarga besar Karaeng Polongbangkeng. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Takalar tersebut menjadi bentuk ungkapan belasungkawa sekaligus penghormatan terakhir kepada almarhumah, Rabu (21/10/2026).

Click Here

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh haru ini turut dihadiri H. Makmur Sadda Puang Mu’, mantan Wakil Bupati Takalar dua periode, keluarga besar Polongbangkeng, kerabat dari Tanrara, Kabupaten Gowa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ratusan warga Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang.

Rangkaian malam tausiyah diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh rekan-rekan almarhumah dari Majelis Taklim Nurul Huda, Bone-Bone 1, yang dikenal dengan Daeng Si’na. Lantunan ayat suci tersebut menambah suasana religius sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh hadirin untuk senantiasa mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Takalar, H. Hengky Yasin, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Hj. Hasnah Daeng Mene ke rahmatullah. Ia mengenang almarhumah sebagai sosok yang baik dan dikenal memiliki hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya. Ia pun mengajak keluarga dan seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa agar almarhumah diberikan ketenangan dan kebahagiaan di alam kuburnya.

Beliau adalah orang baik dan tentunya baik kepada semua orang yang mengenalnya. Mari kita bersama-sama mendoakan almarhumah, semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin ya Rabbal Alamin,” ungkap Hengky Yasin.

Lebih lanjut, Hengky mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian yang akan dihadapi setiap manusia. Karena itu, ia mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum duka tersebut sebagai bahan renungan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbaiki kualitas ibadah, serta senantiasa berbuat baik kepada sesama selama masih diberikan kesempatan hidup di dunia.

Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Rizal Sulaiman, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan bahwa almarhumah Hj. Hasnah Daeng Mene merupakan sosok yang memiliki jasa dan pengabdian sebagai seorang guru. Menurutnya, profesi guru bukan sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan, bukan guru yang hebat tapi guru bisa menciptakan guru-guru yang hebat dan tentuya menjadi bagian dari amal pahala yg terus menerus melalui ilmu yang diajarkan dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan kepada generasi penerus. Ia mengajak keluarga dan seluruh pelayat untuk mengenang kebaikan almarhumah serta menjadikannya sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT, sehingga kesempatan hidup hendaknya digunakan untuk memperbanyak amal ibadah, menebarkan kebaikan, dan menjaga hubungan silaturahmi. Di akhir tausiyahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa mendoakan almarhumah Hj. Hasnah Daeng Mene agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin ya Rabbal Alamin.