SEKINDO.id JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk mengatasi berbagai persoalan klasik yang selama ini membebani nelayan, mulai dari sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM), keterbatasan es dan penyimpanan dingin, hingga sempitnya jangkauan pemasaran hasil tangkapan.
Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem usaha perikanan melalui penyediaan fasilitas terpadu dalam satu kawasan.
Dengan dukungan infrastruktur tersebut, nelayan diharapkan mampu menekan biaya operasional, menjaga kualitas ikan, serta meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.
Juru Bicara KKP, Ayu Rahmawati, mengungkapkan bahwa pembangunan KNMP menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjawab hambatan yang selama ini sulit diatasi nelayan secara mandiri.
Fasilitas yang disiapkan mencakup Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, cold storage atau penyimpanan dingin, dermaga, bengkel kapal, hingga sarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memangkas rantai kendala usaha nelayan.
Tidak hanya memudahkan aktivitas melaut, ketersediaan es dan penyimpanan dingin juga berperan penting dalam menjaga kesegaran ikan agar kualitasnya tetap terjaga sebelum dipasarkan.
Dengan kualitas hasil tangkapan yang lebih baik dan dukungan pemasaran yang memadai, nelayan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh harga jual yang kompetitif.
65 Lokasi Sudah Beroperasi
Perkembangan pembangunan KNMP mulai menunjukkan kemajuan. Ayu menyebutkan, sebanyak 65 lokasi KNMP tahap pertama telah beroperasi.
Sementara itu, pembangunan 35 lokasi pada tahap berikutnya telah mencapai progres 94,53 persen per 2 Oktober 2026.
“Dampaknya mulai terlihat. Sebanyak 65 KNMP tahap pertama telah beroperasi, sementara 35 lokasi tahap berikutnya telah mencapai progres 94,53% per 2 Oktober 2026,” ujar Ayu Rahmawati.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membenahi berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat produktivitas dan pengembangan usaha nelayan.
KKP berupaya memperbaiki seluruh lini ekosistem perikanan, mulai dari akses sarana produksi, penyimpanan hasil tangkapan, hingga perluasan akses pemasaran secara berkelanjutan.
Melalui pembangunan KNMP, pemerintah berharap nelayan tidak lagi hanya bergantung pada aktivitas menangkap ikan, tetapi juga memperoleh dukungan infrastruktur yang memungkinkan usaha perikanan berkembang lebih efisien dan memberikan nilai tambah.
Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh optimalisasi fasilitas yang telah dibangun, pengelolaan yang berkelanjutan, serta pemanfaatannya secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bagindo Yakub.









