Pendidikan

Tembus 85.000 Pendaftar! Mahasiswa DIII Keperawatan Unismuh Makassar Lolos Jadi Google Student Ambassador 2026

×

Tembus 85.000 Pendaftar! Mahasiswa DIII Keperawatan Unismuh Makassar Lolos Jadi Google Student Ambassador 2026

Sebarkan artikel ini

Sekindo.id, Makassar — Sebuah prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar). Amal, mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan, berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) Tahun 2026, setelah melewati rangkaian proses seleksi yang sangat ketat dan diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Amal menjadi salah satu dari sekitar 2.000 mahasiswa terpilih, yang berhasil lolos dari persaingan ketat lebih dari 85.000 pendaftar dalam program resmi Google tersebut. Program Google Student Ambassador memberikan kesempatan kepada mahasiswa aktif untuk menjadi perwakilan Google sekaligus menjembatani berbagai inovasi teknologi Google dengan rekan-rekan mahasiswa di lingkungan kampus masing-masing.

Click Here

Kabar gembira mengenai keberhasilan ini diterima Amal melalui surat elektronik resmi Google Student Ambassador pada 1 Oktober 2026. Sebelumnya, ia telah melewati serangkaian tahapan seleksi yang menuntut ketelitian, kreativitas, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi digital.

Perjalanan menuju kesuksesan ini dimulai ketika Amal mendaftar melalui tautan rekrutmen resmi. Proses seleksi yang ia lalui mencakup pengisian data lengkap, penulisan esai, hingga tantangan pembuatan video presentasi. Salah satu tahap yang paling berkesan baginya adalah ketika peserta diminta membuat rekaman video secara langsung dalam satu kali pengambilan (one take), tanpa proses penyuntingan maupun pemotongan. Dalam video tersebut, setiap peserta diminta menyampaikan gagasan terkait inovasi teknologi Google, salah satunya pemanfaatan kecerdasan buatan melalui Google Gemini AI.

Bagi Amal, keputusan untuk mengikuti program ini bukan semata-mata demi pencapaian pribadi. Ia memandang program Google Student Ambassador sebagai ruang belajar sekaligus sarana untuk berbagi pengetahuan.

“Saya ingin menjadi jembatan antara inovasi Google, terutama fitur Gemini AI, dengan mahasiswa di kampus saya, Unismuh Makassar. Saya ingin meyakinkan bahwa hadirnya AI bukan sebagai pengganti kita, tetapi sebagai alat yang membantu kita menciptakan ide-ide kreatif hingga menggapai cita-cita,” ujar Amal.

Menurutnya, modal utama yang membantunya melewati setiap tahapan seleksi adalah kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, serta ketertarikan yang mendalam terhadap dunia konten dan teknologi.

Peran sebagai Google Student Ambassador membawa tanggung jawab yang besar. Amal akan bertindak sebagai perwakilan Google di lingkungan kampus, memperkenalkan berbagai inovasi, serta mendorong rekan-rekan mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab. Salah satu fokus utama yang ingin ia sampaikan adalah pemahaman yang lebih luas mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Peran kita sebagai GSA adalah menjadi wajah Google di kalangan mahasiswa, menjembatani inovasi Google dengan teman-teman di kampus. Yang paling penting adalah mengedukasi bahwa kehadiran AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat bantu yang dapat mempermudah dan memperkaya karya kita,” jelasnya.

Terpilihnya di tengah persaingan lebih dari 85.000 pendaftar tentu menjadi kebanggaan yang mendalam. Namun bagi Amal, pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang belajar dan berkontribusi.

Ia pun mengajak mahasiswa lainnya untuk tidak ragu memanfaatkan peluang yang ada.

“Untuk teman-teman mahasiswa, jangan ragu untuk ikut pada pendaftaran GSA gelombang berikutnya. Di sini adalah tempat yang tepat untuk berkembang dan mengasah keterampilan kita,” pesannya.

Amal menutup dengan semangat yang ingin ia bagikan kepada semua orang:

“Maju terus pantang menyerah, lakukan apa yang menurutmu baik dan bermanfaat bagi dirimu serta orang lain.” (**)