BARRU — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), menerapkan aplikasi digital BUMDes untuk membantu memperpendek rantai pasok kebutuhan barang bagi pelaku usaha di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Aplikasi tersebut disosialisasikan sekaligus diserahkan kepada BUMDes Sejahtera pada 6 Oktober 2026 melalui kegiatan pelatihan yang berlangsung di Kantor Desa Batupute.
Kegiatan ini berangkat dari kondisi distribusi barang ke desa yang masih melalui beberapa tahapan sebelum sampai kepada pelaku usaha. Di sisi lain, BUMDes Sejahtera yang telah beroperasi sejak 2017 masih menjalankan sebagian pencatatan dan pengelolaan transaksi secara manual. Melalui aplikasi berbasis web yang dikembangkan, BUMDes diperkuat perannya sebagai penyedia sekaligus penghubung antara pemasok dan pelaku usaha desa, khususnya pemilik warung, toko kelontong, dan UMKM. Dalam skema tersebut, BUMDes dapat melakukan pengadaan barang langsung dari pemasok atau distributor, sementara pelaku usaha desa memesan kebutuhannya melalui aplikasi. Pola ini menyederhanakan alur distribusi menjadi pemasok–BUMDes–pelaku usaha desa, sekaligus membantu pengelolaan BUMDes dalam satu sistem yang lebih terstruktur.
Sebelum menuju Desa Batupute untuk pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, tim PKM PNUP bersama pejabat fungsional Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPPMDDT) Makassar Kemendes-PDT, tim terlebih dahulu diterima di Kantor Bupati Barru. Tim turut didampingi Koordinator Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) BPPMDDT, Sarifuddin, serta pejabat fungsional BPPMDDT lainnya.
Pertemuan tersebut dihadiri antara lain Asisten I Setda Kabupaten Barru Andi Muhammad Batara, Kabag Pemerintahan Setda Barru Akmaluddin, Kepala Dinas PMK Herman Jaya, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Umar S. Pertemuan menjadi bagian dari koordinasi untuk menyelaraskan implementasi aplikasi dengan kebutuhan penguatan BUMDes dan pengembangan desa di Kabupaten Barru.
Pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dikarenakan penerapan aplikasi BUMDes ini tidak diarahkan berhenti di BUMDes Sejahtera Desa Batupute saja. Ke depan, aplikasi diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi pada BUMDes lain di Kabupaten Barru. Perangkat daerah yang membidangi pemberdayaan masyarakat dan desa berperan dalam penyelarasan program, sementara Diskominfo-SP menjadi bagian penting dalam pembahasan kesiapan infrastruktur digital apabila sistem dikembangkan dalam skala yang lebih luas.
BPPMDDT Makassar turut berperan dalam menjembatani koordinasi antara tim PNUP, pemerintah desa, dan Pemerintah Kabupaten Barru. Sebagai unit yang bersentuhan langsung dengan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat desa, BPPMDDT Makassar, membantu memastikan bahwa pemanfaatan teknologi berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengelola dan kebutuhan desa.
Setelah pertemuan di Kantor Bupati Barru, tim melanjutkan kegiatan di Kantor Desa Batupute. Sosialisasi dilakukan bersamaan dengan pelatihan penggunaan aplikasi kepada pengelola BUMDes dan pihak terkait, kemudian dilanjutkan dengan serah terima aplikasi kepada Pemerintah Desa Batupute dan BUMDes Sejahtera sebagai mitra pelaksana.
Kepala Desa Batupute, Jaharuddin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PNUP dalam membantu digitalisasi BUMDes. “Kami berterima kasih kepada PNUP. Aplikasi ini sangat membantu proses jual-beli antara BUMDes dengan UMKM yang menjadi mitra kami selama ini,” ujarnya. Direktur BUMDes Sejahtera Desa Batupute, Wawan Darmawan, juga berharap aplikasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sarifuddin, Koordinator PSM BPPMDDT Makassar menilai aplikasi tersebut dapat mendukung peningkatan hasil usaha BUMDes sekaligus membantu masyarakat memperoleh barang dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, pengadaan langsung dari pemasok atau distributor dapat mengurangi tahapan distribusi dan membantu menghindari lonjakan harga sebelum barang sampai kepada masyarakat desa.
Penerapan di BUMDes Sejahtera Batupute menjadi tahap awal dari model digitalisasi rantai pasok yang diharapkan dapat dikembangkan pada BUMDes lain di Kabupaten Barru. Dengan menempatkan BUMDes sebagai simpul pengadaan dan distribusi, aplikasi ini tidak hanya mengubah pencatatan manual menjadi digital, tetapi juga memperkuat peran BUMDes dalam menyediakan kebutuhan pelaku usaha dan mendukung aktivitas ekonomi di tingkat desa.











