TAKALAR – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Takalar kembali menjadi keluhan masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan banyak warga mengaku harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena BBM merupakan kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tidak hanya pengendara pribadi, para nelayan, petani, pelaku usaha kecil, hingga sopir angkutan juga merasakan dampak dari terbatasnya pasokan BBM yang tersedia di sejumlah SPBU.
Sejumlah warga berharap PT Pertamina segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Mereka menilai distribusi BBM ke wilayah Takalar perlu mendapat perhatian serius agar pasokan dapat kembali normal dan tidak menimbulkan antrean panjang yang merugikan masyarakat.
“Sudah beberapa jam kami menunggu di antrean. Kondisi seperti ini tentu mengganggu pekerjaan dan aktivitas kami. Kami berharap Pertamina segera mencari solusi agar BBM kembali tersedia dengan lancar,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di area SPBU.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terus berulang, terutama di saat kebutuhan BBM cukup tinggi. Dengan distribusi yang lebih lancar dan tepat waktu, warga optimistis pelayanan di SPBU dapat kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Takalar dapat berjalan tanpa hambatan.











