Sekilasindonesia.id CILEGON — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW – 1448 H di Kampung Lapak Periuk, Sukmajaya, Kec. Jombang Kota Cilegon, tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menghidupkan kembali semangat bersedekah dan kepedulian terhadap sesama.
Hal itu disampaikan Ustadz Samroni, Penceramah pada acara tsb, yg sekaligus merupakan Ketua PC Ansor Kecamatan Pulomerak, Cilegon, Jum’at Malam (28/08/2026).
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi menjadi sarana penting untuk mengenalkan keteladanan Rasulullah kepada masyarakat, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bagaimana warga ini lebih mengenal Nabi Muhammad dgn ahlaqnya, dan bagaimana supaya masyarakat benar-benar cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Aplikasinya salah satunya adalah sedekah,” ujar Samroni.
Ia menjelaskan, semangat bersedekah terlihat dari antusiasme warga yang secara bersama-sama membuat bakul panjang untuk kemudian dibagikan kepada para tamu yang hadir dalam kegiatan Maulid Nabi.
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai pendidikan sosial yang kuat karena masyarakat secara langsung diajarkan untuk berbagi dan membantu sesama.
“Itulah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, sedekah, salah satu jalan mengikuti Nabi Muhammad adalah bersedekah,” katanya.
Samroni menilai antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi.
Ia memperkirakan sekitar 80 hingga 90 persen warga menunjukkan semangat untuk berpartisipasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peran tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun tokoh lingkungan sangat penting dalam memberikan contoh positif kepada warga.
“Tokoh-tokoh masyarakat harus bisa memberikan contoh yang terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu bagaimana cara mencintai Nabi, salah satunya dengan kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Samroni juga menyinggung ketidakhadiran sejumlah pejabat penting di Kota Cilegon dan para tokoh yang diundang dalam kegiatan Maulid Nabi. Dan tanpa mengutus wakil atau perwakilannya.
Namun, ia memilih melihat hal tersebut secara positif karena kemungkinan para tokoh tersebut sedang menjalankan agenda lain yang bersamaan.
Kita positif saja, mungkin sedang ada agenda yang lebih penting atau ada acara lain yang berbarengan sehingga tidak bisa hadir bersama warga masyarakat.
“Kami malah mendoakan agar para tokoh dan petinggi Kota Cilegon yang tidak hadir agar menjadi pemimpin yang benar-benar memperhatikan masyarakat,” ujarnya.
Samroni juga menyampaikan harapan agar hendaknya elemen pemerintahan dan tokoh agama dapat memberikan perhatian lebih terhadap kehidupan masyarakat yg sedang menghadapi masalah di lapangan seperti halnya Warga Kampung Lapak Periuk ini.
Ia meminta agar masyarakat tidak hanya diberikan perhatian atau didatangi hanya ketika momentum politik seperti pemilu maupun pilkada, namun setelah itu dilupakan.
Warga masyarakat seharusnya tetap diberi pendampingan, edukasi, dan pembinaan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya memohon kepada seluruh elemen pemerintahan dan tokoh agama mau mensupport dan membantu warga masyarakat yg susah, terlebih dari sisi kemanusiaannya.
“Masyarakat harus dirangkul dan diberikan edukasi yang benar tentang bagaimana bermasyarakat dan hidup di tengah lingkungan,” katanya.
Ia mencontohkan kondisi warga Priuk sebagai salah satu bagian dari masyarakat Kota Cilegon yang menurutnya perlu mendapat perhatian secara langsung dari para pemangku kepentingan.
Samroni berharap para pejabat, termasuk pemerintah daerah dan aparat terkait, dapat sesekali turun langsung ke lapangan untuk melihat apa sesungguhnya yg menjadi persoalan masyarakat secara nyata.
Coba sekali-kali cek di lapangan, lihat warga Kampung Lapak Priuk seperti apa, apa permasalahannya dan apa sebabnya .
“Mereka juga merupakan warga Cilegon yg sepantasnya mendapat perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Kota Cielegon dan para Tokoh serta elemen lainnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika masyarakat melakukan kesalahan, pemerintah maupun aparat diharapkan tidak membiarkannya, tetapi memberikan arahan dan mengingatkan secara baik.
Sebaliknya, apabila masyarakat berada di jalur yang benar, maka dukungan juga perlu diberikan.
Kalau memang salah, ingatkan kesalahannya.
“Kalau benar, maka kebenaran itu harus didukung. Pemerintah dan Tokoh wajib jadir pada permasalahan yg dihadapi warga masyarakatnya.
“Jangan dibiarkan begitu saja,” pungkas Samroni.
Peringatan Maulid Nabi di Kampung Lapak tersebut akhirnya tidak hanya menjadi ajang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, kepedulian sosial, semangat bersedekah, serta menjadi moment untuk lebih mendekatkan para pemimpin dengan masyarakat.
Bagindo Yakub.











