Sekilasindonesia.id CILEGON — SMP Mardi Yuana Kota Cilegon kembali menggelar kegiatan pengumpulan dan penimbangan sampah sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pendidikan karakter kepada para siswa, Jum’at (28/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan HUT Yayasan Mardi Yuana ke-77.
Setelah pada Juli lalu tidak dilakukan penimbangan karena bertepatan dengan masa kenaikan kelas dan libur sekolah, kegiatan kembali dilaksanakan dengan antusiasme tinggi dari siswa maupun orang tua.
Kepala SMP Mardi Yuana Kota Cilegon, Aries Sasongko Putra, M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut sudah lama dinantikan para siswa.
Bahkan, sejumlah orang tua mengaku sampah yang dikumpulkan di rumah sudah cukup banyak sehingga mereka berharap penimbangan kembali segera dilakukan.
“Anak-anak sudah menantikan kegiatan ini, ketika pertemuan dengan orang tua, mereka juga menyampaikan agar segera dilakukan penimbangan karena di rumah sampah yang dikumpulkan sudah terlalu banyak,” ujar Aries.
Menurutnya, kegiatan pengumpulan sampah tidak hanya melibatkan siswa. Orang tua, bahkan anggota keluarga lainnya, turut berperan dalam memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah.
Ia menyebut sejumlah orang tua memberikan pengalaman menarik mengenai kebiasaan memilah barang.
Salah satunya ketika terjadi banjir, barang yang dianggap penting untuk diselamatkan bukan hanya peralatan elektronik, tetapi juga buku dan hasil karya atau kolase.
Ada pula orang tua yang ketika menghadiri kegiatan di kantor maupun acara keluarga terbiasa membawa pulang botol minuman bekas untuk dikumpulkan dan dimanfaatkan dalam program sekolah.
Manfaat kegiatan ini bagi kami adalah memberikan pendidikan karakter kepada siswa untuk menjaga lingkungan.
“Ternyata yang terlibat bukan hanya siswa, tetapi orang tua, ayah, ibu, adik, kakak, bahkan ada yang kakak-beradik di sini,” katanya.
Aries berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut secara rutin.
Selain penimbangan sampah, pihak sekolah juga berharap adanya kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan pembelajaran langsung mengenai proses pengelolaan sampah.
Salah satu harapannya adalah adanya kunjungan ke tempat pengumpulan atau pengolahan sampah sehingga siswa dapat mengetahui ke mana sampah yang mereka kumpulkan kemudian diproses dan produk apa saja yang dapat dihasilkan.
“Jadi pembelajaran karakternya ada, pembelajaran ilmu pengetahuannya juga ada jadi hasil edukasinya akan lebih kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Febriana Pratiwi, S.Pd, staf Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, mengapresiasi respons sekolah terhadap program pengelolaan sampah yang dijalankan bersama PT Chandra Asri dan Yayasan Bakti Barito.
Menurut Febriana, program tersebut sejalan dengan upaya mendorong sekolah menuju lingkungan yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan mendukung program sekolah Adiwiyata.
Ia menilai keterlibatan sekolah sangat membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Kita tahu kapasitas TPSA tinggal beberapa saja, sementara sampah yang kita hasilkan setiap hari selalu meningkat.
“Karena setiap ada kehidupan pasti menghasilkan sampah,” jelasnya.
Karena itu, edukasi pengelolaan sampah sejak dari sumber atau hulu dinilai sangat penting.
Anak-anak di sekolah diharapkan tidak hanya memahami cara memilah sampah, tetapi juga dapat menyampaikan kebiasaan tersebut kepada orang tua dan keluarga di rumah.
Febriana menambahkan, sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Sampah yang memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan ditimbang, sedangkan sampah tertentu yang tidak memiliki nilai ekonomi masih dapat dimanfaatkan melalui kegiatan daur ulang maupun kerajinan.
Untuk sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan untuk tanaman di lingkungan sekolah.
“Banyak sekali manfaatnya, dari segi ekonomi juga banyak dan sampah itu harta karun, jangan memandang sampah sebelah mata,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat Kota Cilegon untuk mulai meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, khususnya dalam memilah sampah dari rumah.
Mohon dengan sangat kepada masyarakat seluruh Kota Cilegon untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungannya, terutama sampah.
Semua jenis sampah memiliki nilai apabila dikelola dengan baik.
“Mari kita sama-sama mulai sadar terhadap lingkungan, minimal dari lingkungan kita sendiri,” pungkasnya.
Bagindo Yakub.











