Sekilasindonesia.id CILEGON – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 13 Kota Cilegon memasuki hari ketiga dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat.
Hingga hari kedua pelaksanaan, jumlah calon peserta didik yang telah mendaftar tercatat mencapai sekitar 240 siswa, mendekati kuota yang tersedia.
Kepala SMPN 13 Kota Cilegon, Drs. H. Agus Maryanto, MM, mengatakan bahwa proses pendaftaran yang dibuka sejak 22 Juni 2026 berjalan dengan lancar meskipun sempat mengalami gangguan teknis pada sistem internet.
Alhamdulillah, untuk SPMB tahun ajaran 2026/2027 yang dibuka sejak tanggal 22 Juni hingga saat ini berjalan lancar.
“Sampai kemarin jumlah pendaftar sudah mencapai sekitar 240 siswa, sementara kuota yang tersedia hanya lima rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 160 siswa,” ujar Agus Maryanto, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMPN 13 Cilegon menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan ruang belajar yang dimiliki sekolah.
Bahkan, setiap tahun sekolah terpaksa tidak dapat menerima seluruh pendaftar karena keterbatasan sarana dan prasarana.
“Kami terkendala ruang belajar, saat ini saja proses pembelajaran masih menggunakan sistem double shift, yaitu delapan kelas pagi dan delapan kelas sore. Karena itu, setiap tahun ada cukup banyak calon siswa yang tidak bisa kami terima,” jelasnya.
Meski sistem pendaftaran dilakukan secara online, pihak sekolah tetap memberikan pendampingan kepada orang tua yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran maupun pengunggahan dokumen persyaratan.
Sebagian besar orang tua mendaftar secara online.
Namun ada juga yang datang ke sekolah karena mengalami kendala teknis, seperti kesulitan membuat file PDF atau mengunggah berkas.
“Untuk itu panitia membantu proses tersebut agar pendaftaran tetap dapat berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia SPMB SMPN 13 Kota Cilegon, Drs. Haris, menjelaskan bahwa sebagian masyarakat di lingkungan sekitar sekolah masih belum terbiasa dengan sistem digital sehingga membutuhkan pendampingan dari panitia.
Di wilayah SMPN 13 masih ada masyarakat yang belum terbiasa menggunakan sistem online.
“Karena itu kami sempat menerapkan pola pendampingan secara langsung agar proses pendaftaran tetap berjalan lancar,” katanya.
Haris menjelaskan, jalur domisili atau zonasi masih menjadi jalur penerimaan terbesar dengan kuota 40 persen.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berbasis kecamatan, tahun ini penerimaan jalur domisili mengutamakan jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah tanpa dibatasi wilayah kecamatan.
Yang terpenting rumah calon siswa paling dekat dengan sekolah.
Mau dari Kecamatan Cilegon, Jombang, Purwakarta, atau kecamatan lainnya di Kota Cilegon, jika jaraknya paling dekat maka berpeluang besar diterima,” jelasnya.
Selain jalur domisili, SPMB juga membuka jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk jalur prestasi, terdapat kategori akademik dan non akademik yang memberikan kesempatan lebih besar bagi siswa berprestasi untuk diterima.
Tahapan verifikasi berkas dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juni 2026, sementara pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 29 Juni 2026.
Panitia berharap seluruh tahapan SPMB dapat berjalan aman, lancar, dan transparan hingga proses seleksi selesai.
“Harapan kami seluruh proses berjalan tanpa kendala dan masyarakat dapat menerima hasil seleksi sesuai aturan yang berlaku,” tutup Haris.
Bagindo Yakub.











