Sekindo.id, Jeneponto — Jumat pagi di Kabupaten Jeneponto bukan sekadar pergantian hari menuju akhir pekan. Di seantero wilayah daerah ini, pagi hari justru dimulai dengan aktivitas penuh makna: menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama.
Tampak sapu bergerak menyapu halaman kantor dan jalanan, rumput liar dirapikan, sampah-sampah dikumpulkan, hingga saluran air dibersihkan dari tumpukan kotoran. Aparatur pemerintah dan warga masyarakat turun serentak, bekerja sama melakukan hal sederhana namun bermakna besar: menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan tertata.
Itulah wajah nyata Gerakan Jumat Bersih, sebuah tradisi yang terus dipertahankan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Jeneponto sejak awal kepemimpinan Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M.
Dimulai Sepekan Setelah Pelantikan
Bupati Paris Yasir resmi dilantik bersama Wakil Bupati Jeneponto pada 21 Maret 2025. Hanya sepekan setelah pelantikan, tepat pada Jumat, 28 Maret 2025, Gerakan Jumat Bersih resmi digulirkan sebagai langkah awal membangun budaya kebersihan di lingkungan pemerintahan hingga ke pelosok masyarakat.
Hingga hari ini, Jumat, 7 Agustus 2026, gerakan sederhana namun bermakna itu telah memasuki pekan ke-72 sejak pertama kali digelar.
Angka 72 pekan mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika sebuah kegiatan dilakukan secara berkelanjutan selama lebih dari satu tahun penuh, maknanya berubah menjadi sebuah konsistensi yang patut dibanggakan. Bukan lagi sekadar membersihkan halaman atau mengangkut sampah, melainkan membangun kebiasaan dan kesadaran bersama.
Dari Kegiatan, Menjadi Budaya
Gerakan Jumat Bersih tumbuh dari kesadaran bahwa lingkungan yang bersih tidak dapat diwujudkan hanya melalui kebijakan pemerintah atau mengandalkan petugas kebersihan semata. Hal ini membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, kegiatan ini diarahkan sebagai ruang menyatukan semangat pemerintah dan warga dalam menjaga lingkungan. Perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, hingga berbagai unsur masyarakat didorong turun berpartisipasi membersihkan lingkungan masing-masing. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama yang menggerakkan gerakan ini.
Satu orang mungkin hanya mampu membersihkan halaman di sekitarnya. Namun ketika dilakukan bersama-sama, lingkungan yang bersih menjadi lebih luas dan dampaknya terasa nyata bagi semua. Di sinilah makna sesungguhnya Jumat Bersih: bukan hanya soal sampah yang dipungut, melainkan kesadaran yang terus tumbuh dan menyebar.
Sejalan dengan Visi Jeneponto Bahagia
Konsistensi Gerakan Jumat Bersih juga tidak berdiri sendiri. Gerakan ini menjadi wujud nyata penerjemahan visi dan misi pemerintahan Kabupaten Jeneponto ke dalam kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mewujudkan Jeneponto Bahagia bukan hanya soal pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata merupakan bagian tak terpisahkan dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kebahagiaan warga pun tumbuh dari lingkungan tempat mereka tinggal setiap hari.
Jalan yang bersih, saluran air yang lancar, ruang umum yang tertata, serta lingkungan bebas sampah — hal-hal sederhana ini memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan kehidupan sehari-hari. Karena itu, Jumat Bersih terus didorong agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial mingguan, melainkan tumbuh menjadi budaya menjaga kebersihan setiap hari.
Selaras dengan Semangat Indonesia ASRI
Gerakan ini pun sejalan dengan semangat yang digulirkan Pemerintah Pusat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong Gerakan Indonesia ASRI — Aman, Sehat, Resik, dan Indah — sebagai upaya membangun lingkungan hidup yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.
Semangat tersebut telah hidup dan tumbuh di Kabupaten Jeneponto sejak lama: memulai perubahan dari lingkungan terdekat, melibatkan masyarakat secara langsung, dan tidak menunggu perubahan datang dari atas. Jumat Bersih membuktikan bahwa perubahan dimulai dari halaman kantor, jalan lingkungan, fasilitas umum, hingga desa dan kelurahan.
72 Pekan: Awal dari Perjalanan Panjang
Memasuki pekan ke-72, pekerjaan tentu belum selesai sepenuhnya. Masih ada sampah yang harus ditangani, lingkungan yang perlu dibersihkan, dan kesadaran yang terus harus dibangun. Namun, 72 pekan konsisten menyampaikan satu pesan berharga: perubahan besar tidak selalu dimulai dari hal yang luar biasa, melainkan dari hal sederhana yang dilakukan terus-menerus.
Perubahan itu dimulai dari sebuah sapu, selembar sampah yang dipungut, selokan yang dibersihkan, atau sekelompok orang yang memilih turun bekerja sama pada Jumat pagi. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang, lahirlah budaya. Dan dari budaya menjaga kebersihan, tumbuh lingkungan yang sehat, nyaman, dan membahagiakan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Jumat Bersih akan terus menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sekaligus memperkuat cita-cita besar Jeneponto Bahagia. Sebab pada akhirnya, daerah yang bahagia bukan hanya daerah yang terus membangun, melainkan daerah yang warganya merasa nyaman, sehat, dan bangga tinggal di dalamnya.
Tujuh puluh dua pekan telah berlalu. Jumat Bersih terus berjalan. Dan menjaga Jeneponto tetap bersih adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama.
(Amrianto)











