Berita

SMPN 1 Kota Cilegon Gelar Manasik Haji Kelas 8, Siswa Praktik Langsung Rangkaian Ibadah Haji

×

SMPN 1 Kota Cilegon Gelar Manasik Haji Kelas 8, Siswa Praktik Langsung Rangkaian Ibadah Haji

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id CILEGON – SMPN 1 Kota Cilegon kembali menggelar kegiatan manasik haji sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa kelas 8.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan sekolah tersebut menjadi praktik nyata untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi ibadah haji yang telah dipelajari secara teori di kelas, Rabu (13/05/2026).

Click Here

Guru PAI kelas 8 SMPN 1 Kota Cilegon, Reka Destiany Endah, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan manasik haji rutin dilaksanakan setiap tahun.

Namun, khusus tahun ini peserta berasal dari siswa kelas 8 karena adanya perubahan kurikulum dan capaian pembelajaran.

“Materi haji sekarang masuk ke kelas 8. Jadi selain teori yang disampaikan di kelas, kami ingin anak-anak lebih memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji melalui praktik langsung,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti delapan pos manasik yang disusun sesuai urutan pelaksanaan ibadah haji, mulai dari Ihram, Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, bermalam di Mina, Lempar Jumrah, Thawaf, Sa’i hingga Tahalul.

Kegiatan ini melibatkan tim guru PAI bersama para guru yang telah memiliki pengalaman berhaji maupun umrah.

Mereka membimbing siswa di setiap pos sekaligus membagikan pengalaman nyata selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

“Anak-anak tidak hanya belajar tata cara dan doa-doanya, tetapi juga menggali pengalaman langsung dari bapak ibu guru yang pernah berhaji,” jelas Reka.

Pada prosesi Tahalul, siswa juga menjalani pemotongan rambut minimal tiga helai sebagai simbol telah bebas dari Ihram.

Selain itu, karena simulasi menggunakan konsep Haji Tamattu seperti yang umum dilakukan jamaah Indonesia.

Menurut Reka, kegiatan ini tidak sekadar praktik pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

“Harapannya anak-anak bisa memahami setiap proses ibadah haji, menaati aturan dan larangan selama Ihram, lalu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap pengalaman manasik haji tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa ketika kelak benar-benar menunaikan ibadah haji di masa depan.

“Tujuan utamanya tentu untuk meningkatkan ketakwaan anak-anak kepada Allah SWT dan membentuk pribadi yang lebih beriman serta berakhlak baik,” tutupnya.

Bagindo Yakub.