Pendidikan

SMPN 1 Bangkala Barat Terpinggirkan: Kondisi Ruang Kelas Parah, Tidak Masuk Daftar Revitalisasi Tahun 2026

×

SMPN 1 Bangkala Barat Terpinggirkan: Kondisi Ruang Kelas Parah, Tidak Masuk Daftar Revitalisasi Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, Sekilas Indonesia – Ruang kelas yang bocor saat hujan, lantai yang tidak rata, dan fasilitas dasar yang kurang memadai menjadi kenyataan yang harus dihadapi siswa dan guru SMPN 1 Bangkala Barat di Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi yang memprihatinkan ini semakin menjadi perhatian setelah sekolah tersebut tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan pembangunan Revitalisasi Sekolah pada tahun anggaran 2026, Kamis (5/3/2026).

Padahal, bangunan sekolah yang butuh di rehab ada yang dibangun sejak tahun 2007 ini telah melayani lebih dari 122 siswa dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Bangkala Barat. Banyak ruang kelas yang sudah mengalami kerusakan cukup parah, akibat usia bangunan yang cukup lama dan kurangnya pemeliharaan berkala, termasuk bangunan Kantor yang sudah cukup parah tingkat kerusakannya, salah satunya plafon yang terpasang di ruang kantor maupun di luar, terlihat sudah hancur akibat atap yang sudah bocor.

Click Here

Kepala Sekolah SMPN 1 Bangkala Barat, Suharno, B.S.Pd., mengaku telah mengajukan seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftarkan sekolahnya dalam program Revitalisasi Sekolah sejak akhir tahun 2025. Proses pengajuan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto.

“Kami sudah mengumpulkan semua berkas, mulai dari surat permohonan resmi, foto dokumentasi kondisi bangunan, data jumlah siswa dan guru, hingga rancangan perbaikan yang diusulkan. Semua sudah kami serahkan tepat pada batas waktu yang ditentukan. Namun, setelah mengecek daftar yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan , nama SMPN 1 Bangkala Barat tidak ada di dalamnya,” ujar Suharno dengan nada prihatin.

Ia menambahkan bahwa kondisi ruang kelas yang tidak layak telah mulai mempengaruhi proses belajar mengajar. Saat musim hujan tiba, guru dan siswa seringkali harus berpindah ke ruangan lain untuk menghindari bagian atap yang bocor.

“Kami khawatir jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, akan berdampak pada motivasi belajar siswa dan kualitas pendidikan yang kami berikan. Selain itu, juga ada risiko keselamatan yang tidak bisa kami abaikan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya, sekolah ini merupakan salah satu SMP negeri di wilayah Kecamatan Bangkala Barat, sehingga memiliki peran penting dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tersebut.

“Dinas Pendidikan bisa melakukan pengecekan ulang dan mempertimbangkan untuk memasukkan SMPN 1 Bangkala Barat ke dalam daftar penerima bantuan revitalisasi, atau setidaknya memberikan solusi alternatif untuk memperbaiki kondisi sekolah,” ujar Suharno.

Sampai saat ini, tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto belum memberikan tanggapan resmi terkait tidak masuknya SMPN 1 Bangkala Barat dalam daftar program Revitalisasi Sekolah tahun 2026. Harapan komite sekolah dan pihak kepala sekolah agar bisa mendapatkan klarifikasi dan mengajukan usulan terkait perbaikan kondisi sekolah.

(Amrianto).