Jeneponto, Sekilas Indonesia – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih Kelurahan Manjangloe menggelar Rapat Tahunan yang wajib dilaksanakan setiap tahun, bertempat di Kantor Lurah Manjangloe, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/3/2026). Acara ini fokus pada dua poin krusial: strategi perekrutan anggota baru dan langkah-langkah pengembangan kinerja untuk meningkatkan peran kopdes dalam mendukung ekonomi masyarakat.
Ketua Kopdes Merah Putih, Andrian, membuka rapat dengan menekankan pentingnya agenda tahunan ini bagi kelangsungan dan perkembangan koperasi. “Rapat tahunan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi momentum penting untuk mengevaluasi apa yang telah kita capai dan merencanakan langkah selanjutnya. Kali ini, kita fokus pada perekrutan anggota dan pengembangan kinerja agar Kopdes Merah Putih bisa berjalan lancar, sesuai dengan visi bersama untuk kemakmuran masyarakat Kelurahan Manjangloe,” ucap Andrian.
Ia menambahkan, pertumbuhan jumlah anggota menjadi indikator utama keberhasilan kopdes dalam menjangkau masyarakat. “Semakin banyak anggota yang tergabung, semakin besar dampak positif yang bisa kita berikan. Kita perlu memastikan bahwa setiap warga tahu manfaat yang mereka dapatkan ketika bergabung dengan kopdes ini,” jelasnya.
Pendamping Kopdes Merah Putih, Indah, menjelaskan kondisi khusus yang menjadi dasar perencanaan program kopdes. “Berbeda dengan beberapa kelurahan lain yang memiliki aset daerah yang bisa dimanfaatkan, Kelurahan Manjangloe saat ini belum memiliki aset tersebut. Oleh karena itu, langkah strategis yang kita tempuh adalah dengan memperkuat fondasi melalui perekrutan anggota dan melakukan sosialisasi secara masif ke seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Indah menuturkan, dalam tahap awal, kopdes akan fokus pada program simpan pinjam yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. “Kita menyediakan fasilitas simpan pinjam baik dalam bentuk barang maupun uang. Tujuan utama adalah membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat dan mendorong budaya menabung serta mengelola keuangan dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Indah juga menguraikan langkah-langkah sosialisasi yang akan dilakukan, seperti mengadakan pertemuan dengan Kepala Lingkungan, memasang spanduk informasi di titik-titik strategis, serta mengirimkan tim pendamping untuk menjelaskan secara langsung manfaat dan cara bergabung dengan Kopdes Merah Putih.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan kinerja akan dilakukan melalui pelatihan bagi pengurus dan anggota tentang manajemen keuangan, produk baru yang dapat dihadirkan, serta peningkatan sistem administrasi agar lebih efektif dan efisien.
Dalam sesi diskusi, beberapa anggota yang hadir menyampaikan masukan dan usulan. Salah satunya adalah usulan untuk membuka program pembinaan usaha kecil bagi anggota yang ingin memulai atau mengembangkan usaha mandiri. “Kita berharap kopdes tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga menjadi mitra dalam mengembangkan usaha masyarakat,” ucap salah satu anggota, Amin.
Menanggapi hal tersebut, Andrian menyatakan bahwa usulan tersebut akan menjadi bagian dari perencanaan jangka menengah kopdes. “Kita akan kaji secara mendalam dan mencari dukungan yang diperlukan agar program tersebut bisa terealisasi. Tujuan kita adalah membuat Kopdes Merah Putih menjadi pusat gerakan ekonomi masyarakat yang mandiri dan mandapat,” tegasnya.
Rapat diakhiri dengan pembentukan tim khusus untuk menangani perekrutan anggota dan sosialisasi, serta penjadwalan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan. Semua peserta sepakat untuk bekerja sama guna mewujudkan tujuan kopdes dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kelurahan Manjangloe.
(Amrianto).











