Berita

Kemacetan Panjang Serang Jembatan Belokallong, Warga Minta Balai Jalan Nasional Sulsel Segera Tindak

×

Kemacetan Panjang Serang Jembatan Belokallong, Warga Minta Balai Jalan Nasional Sulsel Segera Tindak

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, Sekilas Indonesia — Kemacetan panjang kembali menghambat kelancaran arus lalu lintas di Jembatan Belokallong pada pagi hari. Jalur jalan nasional yang menjadi urat nadi perekonomian antarwilayah kawasan selatan Sulawesi Selatan ini terganggu akibat gangguan kendaraan dan tingginya volume lalu lintas.

Kemacetan mulai terjadi sejak pukul 06.30 WITA, dipicu oleh kerusakan ban pada satu unit truk bermuatan di badan jalan sebelum jembatan. Kondisi ini semakin diperparah oleh volume kendaraan antarprovinsi yang melintas, terutama pada pukul 07.30 hingga 08.30 WITA yang bertepatan dengan jam sibuk masyarakat berangkat kerja dan sekolah.

Click Here

Salah seorang pengguna jalan, Sunarto Adimaja, mengeluhkan bahwa kondisi jembatan tidak lagi sebanding dengan volume kendaraan harian.

“Ini jalan nasional dan satu-satunya penghubung ke wilayah lain di kawasan selatan Sulsel. Jembatannya sempit, jadi kalau ada satu kendaraan saja bermasalah seperti truk tadi pagi, pasti langsung macet panjang,” ujarnya.

Menurut Sunarto, kemacetan di pagi hari berdampak signifikan pada aktivitas warga. “Pagi itu jam sibuk, orang mau kerja atau sekolah tapi waktu banyak terbuang di jalan,” tambahnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Jeneponto, Bimantara Wahyudi, SSTP, MM, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.

“Kemacetan mulai terjadi sejak pukul 06.30 WITA dan mencapai puncaknya pada pukul 07.30 hingga 08.30 WITA. Kami telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup jalur untuk mengurai antrian,” jelasnya.

Namun, Bimantara mengakui bahwa keterbatasan ruas jalan dan jembatan yang hanya memiliki satu jalur menjadi kendala utama dalam penanganan cepat.

“Jika ada kendaraan mengalami gangguan sebelum atau sesudah jembatan, arus lalu lintas langsung tersendat. Antrean kendaraan bahkan datang dari tiga arah, yaitu Taman Turatea, Jeneponto Lama, dan jalan poros Lanto–Pasewang,” ungkapnya.

Setelah melalui pengaturan intensif, arus lalu lintas baru dapat terurai sepenuhnya sekitar pukul 11.30 WITA.

Sebagai informasi, Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE, MM sebelumnya telah mengusulkan pembangunan jembatan kembar dan pelebaran jalan nasional yang melintasi Kabupaten Jeneponto kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan.

Usulan ini diharapkan segera direalisasikan mengingat jalur ini memiliki peran penting bagi perekonomian kawasan dan volume lalu lintas yang terus meningkat.

Warga berharap kejadian kemacetan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait, agar dilakukan kajian teknis dan perencanaan peningkatan kapasitas infrastruktur untuk menjamin kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan ke depan.

(Amrianto)