Berita

Je’ne-Je’ne Sappara: Tradisi Mandi Laut Desa Borong Tala Meriahkan Persiapan Tahunan Garap Sawah

×

Je’ne-Je’ne Sappara: Tradisi Mandi Laut Desa Borong Tala Meriahkan Persiapan Tahunan Garap Sawah

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, Sekilas Indonesia – Giat adat Je’ne-Je’ne Sappara, tradisi tahunan masyarakat Desa Borong Tala, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, berlangsung meriah pada Rabu (4/2/2026) di pesisir pantai wilayah desa tersebut.

Secara harfiah, Je’ne-Je’ne Sappara berarti “mandi di laut”. Namun, aktivitas ini bukan hanya sekadar membersihkan diri, melainkan memiliki filosofi mendalam yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat agraris setempat.

Click Here

Menurut Kepala Desa Borong Tala, Evendi Amba, SE., tradisi ini telah ada sejak zaman nenek moyang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya setempat.

“Orang tua dulu memiliki kebiasaan bahwa setelah menyelesaikan tahap awal pengolahan lahan sawah, mereka harus membawa seluruh alat penggarap seperti cangkul, parang, dan alat pertanian lainnya untuk dicuci bersih di laut,” jelas Evendi saat ditemui usai kegiatan.

Ia menambahkan, prosesi ini dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan leluhur agar hasil panen tahunan dapat melimpah dan terbebas dari gangguan yang tidak diinginkan.

Acara dihadiri oleh Wakil Kepala Polres Jeneponto, Kompol Sahabuddin, SE., M.AP., beserta jajarannya untuk memastikan suasana aman dan kondusif. Ratusan warga dari berbagai kelompok usia mengikuti kegiatan yang dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat pada pukul 07.00 WITA.

Setelah doa, warga berbaris beriringan dari pusat desa menuju pantai sambil membawa alat pertanian dan sesaji berupa makanan khas daerah seperti dodol bakar dan buras¹.

Sampai di pantai, alat-alat pertanian dibersihkan bersama-sama di air laut, kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Selama proses tersebut, warga saling berbagi cerita tentang pengalaman bekerja di sawah serta tips untuk meningkatkan hasil panen.

Sebagai pelaksana kegiatan, Evendi Amba menyampaikan bahwa acara tahunan ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai budaya, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Kita berharap tradisi ini tetap lestari dan dapat diteruskan ke generasi mendatang, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya bagi Kabupaten Jeneponto,” ujarnya.

Sebagai penutup, seluruh peserta makan bersama menggunakan sesaji yang telah disiapkan dan berdoa agar panen tahun ini memberikan hasil optimal bagi seluruh petani di Desa Borong Tala.

(Amrianto)