SEKILAS INDONESIA, TAKALAR- Menjelang pemilihan kepala daerah serentak, suasana politik di Kabupaten Takalar semakin intens. Di Desa Topejawa, Kecamatan Marbo, ketegangan meningkat setelah Kades Topejawa dilaporkan terlibat dugaan pelanggaran pilkada.
Namun, di balik isu tersebut, muncul sebuah pemandangan yang mencerminkan solidaritas yang kuat antar kepala desa.
Dalam sebuah kunjungan mendadak yang dihadiri oleh sepuluh kepala desa, Kades Topejawa menerima dukungan moral yang luar biasa dari rekan-rekannya.
Di antara mereka adalah Kades Banggae, Kades Lengkese, Kades Bontomanai, dan Kades Panyangkalang, yang semuanya datang untuk menunjukkan empati dan kebersamaan.
Suardi Sabang, Kades Panyangkalang, menegaskan bahwa kedatangannya adalah bentuk dukungan kepada Kades Topejawa. Kami ingin menunjukkan bahwa kami solid dan siap membantu satu sama lain dalam situasi sulit ini.
Kades Topejawa, yang merasa terharu dengan kedatangan rekan-rekannya, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Terima kasih kepada teman-teman kades yang telah berkunjung untuk memberikan dukungan. Apapun keputusan yang akan diambil, kami serahkan kepada lembaga yang berwenang,” ujarnya.
Kunjungan ini tidak hanya menandai kebersamaan para kepala desa, tetapi juga menggambarkan pentingnya solidaritas di tengah dinamika politik yang tidak menentu.
Saat pesta demokrasi semakin dekat, tindakan seperti ini menunjukkan bahwa di balik persaingan, masih ada rasa persaudaraan yang kuat di antara para pemimpin daerah.











