Sekilas Indonesia, Takalar – Seorang Lansia yang bernama Hasna(70th) Merasa kesal dan Kecewa Kepada Oknum Kepsek SMPN 2 Galesong karena sudah dilarang berjualan lagi di kantin sekolah pada hal dirinya sudah berjualan sekitar 20 tahun lamanya yang sudah menghidupi 9 anaknya tanpa suami , ungkap Hasna saat di konfirmasi oleh Tim Crew Media Sekilas Indonesia, Sabtu,07/10/2023
Nenek Hasnah pun menceritakan perjuangan sewaktu ia masih berjualan disekolah tersebut yang bisa membiayai anaknya dalam Kehidupan sehari-hari, ia juga menyebutkan bahwa satu di antara 9 anaknya itu ada yang berhasil menjadi polisi namun takdir berkata lain, ia sudah berpulang ke Rahmatullah. Ucap , nenek Hasnah dengan rasa Sedih
Sekarang kami sudah tak berdaya lagi dan putus asa lantaran pihak sekolah tidak mengizinkan berjualan lagi di kantin sekolah tersebut padahal lahan di sekolah itu adalah tanah kami dulu telah ia wakafkan almarhum Suami saya karna ada perjanjian bahwa dirinya bebas berjualan di lingkungan sekolah tersebut selama nya, Ungkapnya
Untuk itu saya bersama anak akan menuntut dan mengambil lahan kami yang ditempati sekolah tersebut karna perjanjian itu sudah tidak diakui oleh oknum kepsek tersebut. Jelasnya
Pantauan awak media bahwa nenek Hasna ini dilarang berjualan lagi di SMPN 2 galesong karena sudah ada kantin kejujuran yang dimodali oleh oknum kepsek tersebut artinya ia mencari keuntungan pribadinya sendiri
Kami meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar untuk segera turun ke Sekolah tersebut tuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar nenek hasna ini bisa kembali berjualan di SMP 2 Galesong sesuai perjanjian di masa lalu dan meminta Pj Bupati Takalar segera mencopot oknum Kepsek tersebut di karenakan serta merta melarang berjualan di lingkungan sekolah demi memperkaya diri sendiri dengan adanya kantin kejujuran
Alamsyah Sijaya











