Daerah

ODGJ di Basel Makin Banyak, Sumindar : Ini Tugas Kita Bersama untuk Mengatasinya

×

ODGJ di Basel Makin Banyak, Sumindar : Ini Tugas Kita Bersama untuk Mengatasinya

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id ||BANGKA SELATAN – Terhitung sejak tahun 2019 hingga 2022, Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Bangka Selatan, Sumindar Menjelaskan terkait Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Basel sudah terdata lebih dari 200 orang.

“Selama empat tahun terakhir ini, dinas sosial Bangka Selatan sudah menangani lebih dari 200 orang ODGJ baik itu bergejala ringan maupun berat,” kata Sumindar, Selasa (27/12/2022).

Click Here

Menurut Sumindar, dalam pertahunnya dinas Sosial sudah menangani puluhan kasus ODGJ di Bangka Selatan yang harus ditangani untuk mendapatkan perawatan ke RSJ Sungailiat, Bangka.

“Untuk di tahun ini (2022) kami sudah menangani sebanyak 26 kasus ODGJ, termasuk kasus ODGJ dengan inisial Ar yang sempat viral di media sosial,” ujarnya.

Kendati demikian, dalam penanganan ODGJ ini tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas sosial atau pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama

“Mengingat untuk menangani ODGJ ini adalah tugas kita bersama, terutama dari pihak keluarga yang bersangkutan harus lebih aktif dalam menangani agar mereka bisa cepat pulih, setidaknya begitu kita melihat ada orang yang mengalami gangguan jiwa kita tidak ikut serta mengejeknya,” jelas Sumindar.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Selatan, dr. Muhammad Fauzan mengatakan untuk mengatasi tingginya angka Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bangka Selatan, pihaknya akan menambah 2 (dua) dokter spesialis kesehatan jiwa pada tahun 2023 mendatang.

“Untuk pengembangan kedepan, kami akan menambahkan dua orang dokter spesialis kejiwaan untuk bisa mengatasi ODGJ di Bangka Selatan,” ujar dr. Fauzan.

Ia menjelaskan, penambahan ini berdasarkan rekomendasi dari pihak dinas kesehatan, karena tingkat ODGJ di bangka selatan semakin hari semakin meningkat.

“Untuk itu di tahun 2023 nanti kami akan menjalin kerjasama dengan pihak dokter spesialis kesehatan kejiwaan, agar ODGJ di Basel bisa mendapatkan pelayanan khusus nantinya,” katanya.

dirinya berharap, dengan anggaran yang sudah ada, RSUD Basel sudah siap menjalin kerjasama dengan dokter spesialis kejiwaan.

“Dan insyaallah anggarannya sudah tersedia dan tinggal kita mencari aja, dan di awal tahun depan nantinya kita sudah bisa menjalin bekerjasama dengan dokter spesialis itu tersebut,” tandasnya. (Riki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *