Sekilasindonesia.id ||BANGKA SELATAN – Tahun 2022 masih tinggal kurang lebih dua minggu lagi, namun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan masih belum terealisasi.
Pasalnya, di sisa tahun 2022 ini, pagu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp. 988.400.270.476, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan baru merealisasikan belanja hanya sebesar Rp. 735.664.033.866 atau baru terserap 74,43 persen
Ini artinya masih ada Rp. 252.736.236.601 yang belum di serap atau di belanjakan.
Terkait hal ini, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid akan memanggil para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk rapat bersama membahas pengguna anggaran dan realisasi anggaran yang di capai oleh masing-masing OPD.
Selain itu, Riza juga mengingatkan, agar setiap OPD wajib anggaran tersebut harus direalisasi secara optimal dan sesuai dengan peruntukan agar setiap kegiatan yang bersumber dari APBD dapat segera terwujud sehingga bisa di manfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
“Nanti saya akan kejar dan memanggil para OPD untuk rapat bersama membahas hal ini, agar setiap OPD segera memaksimalkan realisasi anggaran hingga akhir tahun 2022,” Kata Riza.
“Untuk itu saya mengingatkan agar seluruh OPD untuk bekerja keras dan membangun kerja sama sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” Tegasnya.
Sekedar informasi, di lansir dari media Suarabahana.com dan mediaqu.co, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perhubungan mencatat realisasi serapan anggaran terkecil jika dibandingkan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni sebesar 57 persen atau senilai Rp. 91,6 Miliar dari Rp. 160, 5 Miliar anggaran yang tersedia.
Realisasi serapan anggaran terkecil lainnya yakni Sekretariat Daerah, dengan serapan anggaran 58 persen atau senilai Rp. 30,7 Miliar dari Rp. 53.39 Miliar dana yang ada.
Sementara SKPD dengan realisasi serapan anggaran terbesar yakni Satpol PP Bangka Selatan dengan 93 persen atau senilai Rp. 12,1 Miliar dari Rp. 13.07 Miliar.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) sebagai leading sektor dalam bidang kesehatan masyarakat mencatat serapan anggaran sebesar 75 persen atau Rp. 139,2 Miliar dari Rp. 186,1 Miliar.
Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat realisasi serapan anggaran sebesar 74 persen atau Rp. 171,57 Miliar dari anggaran yang tersedia Rp. 230,3 Miliar. Sementara realisasi serapan anggaran SKPD lainnya bervariasi antara 57 persen hingga 93 persen.
Sementara menurut Sekda Bangka Selatan Edy Supriadi, semua program akan berjalan sesuai dengan target yang direncanakan dalam sisa beberapa hari menjelang akhir tahun 2022.
Ia berharap, realisasi dari anggaran belanja daerah harus betul-betul di manfaatkan untuk kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah sesuai regulasi dan tupoksi dari setiap OPD.
“Mengingat akhir tahun masih beberapa minggu lagi, saya berharap kepad para OPD harus fokus melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut sesuai regulasi dan kualitas terbaik, aman, lancar dan tertib,” tandas Edo. (*)
Sumber: Suarabahana.com/mediaqu.co











