Sekilasindonesia.id || LAMPUNG TIMUR – Perlakuan tidak menyenangkan di duga Tega di lakukan oleh kepala sekolah SD Negeri 1 Raman terhadap pedagang Kantin yang sudah sekian tahun menjalakan usaha kecil para pedagang.
Pasalnya beberapa dari pedang yang memanfaatkan bangunan kantin untuk berjualan di kenakan tarikan sejumlah uang oleh kepala sekolah sebagai uang sewa.
Hal tersebut di akui oleh pedagang berinisial
D dan S.
D dan S membeberkan,” Sejak Bulan Juli Tahun 2022 kami diwajibkan menyetorkan uang sewa sebesar 7000 perharinya, namun memasuki bulan September tepatnya pada tanggal 7 tanpa alasan yang jelas kepala sekolah marah-marah kepada kami para pedagang, dan bertindak tak pantas selaku kepala sekolah terhadap kami pedang di hadapan kami pedagang merobek-robek uang setoran, meminta agar para pedagang Kantin bisa memenuhi uang sewa sebesar Rp.1.500.000 perorang jika tidak mampu membayar maka harus hengkang dari tempat ini, ” pengakuan D dan S.
Lebih lanjut S menerangkan,” Bahwa sejak tanggal 6 kemaren saya sudah tidak lagi menghuni bangunan kantin itu, karena belum mampu membayar uang sewa sebesar Rp.1.500.000 bahkan kepala sekolah sempat menghubungi saya melalui pesan WhatsApp dan sampai datang kerumah saya untuk meminta uang itu,” jelas S.
Masih pengakuan S,” Saya sangat keberatan dengan jumlah uang diminta oleh kepala sekolah, sampai saya datang ke tempat pak lurah untuk meminta bantuan dan mencari solusi sehingganya saya dipinjamkan uang oleh pak lurah agar diberikan kepada kepala sekolah, sungguh Allah tidak tidur kejamnya kepala sekolah memperlakukan kami, saya menuntut keadilan sebagai pedagang yang untungnya tidak seberapa ini,” pungkas S, mengakhiri pengakuannya sambil mengelus dada.
Menanggapi hal tersebut Sejumlah wartawan mencoba untuk konfirmasi dengan Kepala SDN 1 Raman Aji, dan sangat di sesalkan sang kepala sekolah tak menjawab atas beberapa pertanyan yang di sampaikan terkesan menampik bahwa telah terjadi pungutan dilingkungan sekolah terhadap para pedagang Kantin, dan lebih banyak bungkam, hingga berita ini di publiskan sejumlah wartawan masih terus menggali informasi ini. (Tim / Ril)











