MUNA-Berkembangnya informasi di media online tentang pernyataan Legislator DPR RI Ridwan Bae yang mengatakan La Ode M. Rajiun Tumada tidak membangun pusat perkantoran di Muna Barat dinilai terlalu politis.
Hal ini diungkapkan Jubir Media Center RAPI, La Ode Maliki.
“Kami beranggapan bahwa Ridwan Bae seolah tidak pernah menjabat sebagai Bupati. Sebagai mantan Bupati Muna 2 periode seharusnya Ridwan Bae paham bahwa pembangunan dengan metode Priority Scale (skala prioritas) menjadi penting bagi Daerah Muna Barat yang notabenenya adalah Daerah Otonomi Baru (DOB),” ujar Maliki, Selasa (03/11/2020).
Perlu diketahui kata Maliki bahwa La Ode M. Rajiun Tumada sebagai Bupati sangat memamahami apa yang menjadi kebutuhan Rakyatnya di Muna Barat. Pusat perkantoran atau Kantor Bupati juga merupakan hal yang penting.
“Namun, masih ada yang lebih penting dan menjadi keinginan warga Mubar selama puluhan tahun yakni “Okangkaha” jalan, jembatan, irigasi dan lain-lain. Jadi, Rajiun Tumada melakukan pembangunan skala prioritas yang menjadi keinginan warga Mubar yakni jalan,” jelasnya.
Lanjut kata Maliki, Ridwan pastinya sudah mengetahui dan memahami kondisi jalan Muna Barat sebelum mekar dari Kabupaten Muna.
“Kami meminta kepada Ridwan Bae untuk menolak lupa karena beliau pun tahu bahwa sejak mekarnya Kabupaten Muna Barat 2014 yang lalu dengan kondisi yang sangat terisolir. Akses untuk menjangkau lintas Kecamatan dan Desa harus melalui jalanan berlubang dan jembatan yang rusak, bagaimana mungkin mau membangun perkantoran yang di kelilingi oleh jalanan berdebu dikala musim panas dan becek dikala musim penghujan. Jadi pernyataan Mantan Ketua partai Golkar tersebut seperti seorang yang tidak pernah menjadi Kepala Daerah,” tuturnya.
Sambungnya, sebagai senator DPR RI, Ridwan juga mengetahui berapa besaran APBD Muna Barat yang digunakan untuk membangun. Namun besaran APBD tersebut tidak membuat La Ode M. Rajiun Tumada menjadi patah semangat dalam membangun.
“Berkat loby dan kelihaian seorang Bupati, Muna Barat keciprat dari beberapa Dana Kementrian yang cukup besar dalam setiap tahunnya, guna menyokong APBD Muna Barat dalam merealisasikan Visi dan Misi serta program-program unggulan pasangan La Ode M. Rajiun Tumada bersama Achmad Lamani di Daerah yang telah menyandang DOB percontohan ini. Seharusnya pak Ridwan konsisten dengan peryataan-pernyataanya yang sebelumnya, bahwa La Ode M. Rajiun Tumada adalah sosok pemimpin yang patut dicontoh, energik dalam membangun serta visioner, bukan sebaliknya untuk memutar balikan fakta, yang kemudian masyarakat akan berkesimpulan bahwa Ridwan Bae adalah tokoh politik yang tidak konsisten dengan ucapannya sendiri,” tambahnya.
“Dengan kejadian ini semakin menguatkan opini bahwa langkah Ridwan Bae di Kabupaten Muna untuk melanggengkan Trah Politik Keluarga, dimana La Ode M. Rajiun Tumada adalah rival politik ponakannya sendiri yaitu LM. Rusman Emba pada Pilkada Muna 2020. Dan kamipun mencium aroma misi politik kedepan bahwa membantu Rusman Emba menuju periode ke-dua adalah untuk memudahkan Langkah Anaknya Wa Ode Rabiah dan LM. Ikhsan Ridwan sebagai Calon Bupati Muna dan Muna Barat pada periode selanjutnya. Jadi kami menduga ada misi trah politik yang di persiapkan kedepan, Wa Ode Rabiah sebagai Calon Bupati Muna, LM. Ikhsan Ridwan Calon Bupati Muna Barat, di Kota Kendari digadang pula LM. Inarto Ridwan dan Ridwan Bae sendiri sebagai Calon Gubernurnya,” ungkapnya.
Reporter: Sacriel











