Daerah

Pokja IV Tim Penggerak PKK se Kabupaten Jeneponto Diberi Pemahaman Pencengahan Stunting Desa dan Kelurahan

×

Pokja IV Tim Penggerak PKK se Kabupaten Jeneponto Diberi Pemahaman Pencengahan Stunting Desa dan Kelurahan

Sebarkan artikel ini

JENEPONTO – Pelaksanaan program kerja pokja IV Tim Penggerakan PKK Kabupaten Jeneponto di 11 Kecamatan dalam sosialisasi pencegahan Stunting Tahun 2020, di Aula Gedung Sipattangari, Senin, (21/09/2020).

Pokja IV Tim Penggerak PKK Kabupaten Jeneponto Bersama Dinas Kesehatan dan Dinas PMD dalam sosialisasi pencegahan Stunting dan pemberian makanan tambahan bayi dan anak.

Click Here

Dalam kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan, turut dihadiri, Pemateri Dinas PMD Tenaga Ahli PSD Sahabuddin Tompo, Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Jeneponto Maryati Iswan, Dinas Kesehatan Perwakilan Bidang Kesmas Nursyamsi,
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/ Kelurahan dan serta yang hadir.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Kepala Bidang Kesmas Melalui Nursyamsi sebagai pemateri, Menyampaikan Kita upayakan dalam peran PKK Kabupaten Jeneponto di 11 Kecamatan dengan kuti Dalam proses Perencanaan dalam Kegiatan perkembangan Sosialisasi Kegiatan peningkatan ekonomi adanya peran pelatihan disektor masyarakat.

“Harapannya untuk peningkatan peran TP PKK bersama kader Desa/Kelurahan dalam pencengahan Stunting. Meningkatkan kesejahteran keluarga dan masyarakat, meningkatkan kwalitas hidup manusia dan menurungkan kemiskinan,” sebutnya.

Sementara Ketua Pokja IV TP PKK Jeneponto, Maryati Iswan dalam sambutannya menyampaikan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

“Stunting berdampak pada kegagalan pertumbuhan anak, dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya (kerdil),” kata Maryati Iswan.

Menurutnya, pola asuh orang tua sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama pertumbuhan dan perkembangan otak itu penting dalam 1000 HPK.

“Tentunya yang tak kalah pentingnya adalah Kesehatan Lingkungan atau lebih kita kenal dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Khusus untuk pemberian ASI itu penting bagi bayi sampai umur 2 tahun terutama diberikan secara eksklusif ke bayi sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan tambahan apapun” ungkapnya.

Sosialisasi Pencegahan Stunting dan pemberian makanan tambahan bayi dan anak Pokja IV tim penggerak PKK Kabupaten Jeneponto tahun 2020 diharapkan dapat mempercepat pencegahan stunting.

“Peserta sosialisasi ini kami harapkan dapat mengimplementasikan materi yang didapatkan dalam sosialisasi ini kepada masyarakat Desa dan Kelurahannya masing-masing sehingga sehingga kita dapat mencegah terjadinya stunting di wilayah Desa dan Kelurahan di Kabupaten Jeneponto,” harapnya.

Tambahan, Pemateri Dinas PMD Tenaga Ahli Sahabuddin Tompo, menggatakan, Kami akan mengawali perencanan musyawara desa, dimana ada beberapa desa yang angka stutingnya tinggi, agar mengadakan kegiatan terkait dengan penanganan stunting.

“Kami akan mengkawal musyawara desa sampai rembuk stunting semua kita akan kawal sampai pada titik akhir dengan memprogram kegiatan yang berhubungan dengan upaya pencegahan stuting, itu yang kita harapkan,” tuturnya.

Reporter : Firman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *