OpiniPolitik

Meretas Kebenaran Jelang Pilbub di Muna, RT Pro Rakyat.

×

Meretas Kebenaran Jelang Pilbub di Muna, RT Pro Rakyat.

Sebarkan artikel ini

OPINI-Fenomena palafon rusak di gedung DPRD Muna Barat, menjadi bahan lucu-lucuan bagi kelompok pro Petahana Bupati Muna LM Rusman Emba, dalam menyongsong Pilkada yang siap dihelat di Kabupaten Muna, mengapa tidak LA Ode M. Rajiun Tumada menjadi salah satu kandidat bakal calon Bupati Muna pada Pilkada 9 Desember tahun 2020 ini.

Ada beberapa kalangan yang terus mencela sosok RT di Media Sosial Facebook yakni dari pro Petahana baik memakai akun asli maupun akun palsu,  namun jauh dari pemikiran mereka yang sok elitis dan sok pro rakyat,  sungguh sangat jauh berbeda dengan suara hati rakyat.

Click Here

Fenomena tersebut justru menjukan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat,  dalam hal ini eksekutif dan legislatif dibawah kepemimpinan La Ode M. Rajiun Tumada,  benar-benar pro pada rakyat.   Dengan beberapa alasan rasional  yakni:

Pertama, Pemerintah Kabupaten Muna barat lebih mementingkan jalan aspal yang dapat dirasakan langsung oleh semua kalangan terkhusus rayat kecil seperti Jalan ke kebun-kebun rakyat sudah mulai diaspal,  demi memudahkan segala urusan/kepentingan petani dalam menjalankan roda kehidupan keluarganya,  dimana petani menggantungkan hidup mereka dari berkebun,  tercatat  781 sekian km jalan di Mubar sudah diaspal, jalan aspal akan memudahkan mobilisasi hasil pertanian dan laut masyarakat ke pasar-pasar penjualan,  tidak ada lagi cerita hasil kebun atau laut yang rusak akibat jalan rusak.  Singkatnya jalan yang bagus tersebut,  memperpendek siklus pasar, dari rakyat kepasar, dimana kondisi tersebut tidak pernah dirasakan sebelumnya.

Kedua, Pemerintah Kabupaten Muna Barat,  melalui Bupati dan jajaranya, melakukan pemantauan dan evaluasi,  pada jalan propinsi dan jalan nasional di Mubar serta mengusul dan mengajukan proposal tiap 3 bulan terhadap kondisi jalan-jalan tersebut, juga melakukan komunikasi,  diplomasi dan  kerjasama,  yang baik,  baik dengan pihak provinsi maupun pemerintah pusat. Alhasil jalan-jalan Provinsi dan jalan Nasional di Mubar dalam kondisi baik.

Foto: Pembangunan Tugu, Jalan, Jembatan dan Lain-lain. Foto/Sacriel

 

Ketiga, Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat lebih mementingkan memberikan pakaian gratis bagi anak sekolah, baik Negeri maupun Swasta yakni  mulai SD, SMP,  dan sanawiah seperti baju merah putih, dan biru putih juga baju batik dan baju olah raga, sepatu,  kaos kaki,  dasi topi dan tas,  lengkap semua diberikan secara gratis, serta memberikan bantuan Rp 500 ribu, bagi siswa-siswa berprestasi/ juara dikelas yg telah berjalan 3 tahun terakhir.

Foto: Bupati Mubar, La Ode M. Rajiun Tumada Saat Memberikan Pakaian Gratis. Foto/Istimewa

Keempat, Pemerintah Kabupaten Muna Barat, lebih mementingkan memberikan insentif bagi Hukumu Sara,  mulai dari Rp 500 ribu, hingga Rp 750 ribu perbulannya  bagi khatibi, modji dan imam desa, dimana dalam falsafah rakyat wuna hukumu sara tersebut memiliki tanggung jawab besar terhadap keberadaan daerah yang dikenal dengan istilah ” Meintarano liwu”.

Kelima, Pemerintah Kabupaten Muna Barat,  lebih mementingkan bantuan nikah gratis bagi kepala keluarga yg sudah menikah 5 – 20 tahun namun belum memperoleh buku nikah, kerjasama dengan Kementrian Agama,  biaya ditanggung pemerintah daerah.

Foto: Dokumen SekilasIndonesia.Id

Keenam, Pemerintah daerah lebih mementingkan peletakkan dasar dan penataan Kota Laworo,  pembangunan Ring Road dua jalur walaupun satu jalur lainya belum usai dikerjakan namun pengendara dapat menikmati kenyamanan berkendara saat melewati jalur tersebut,  pembangunan tuguh-tuguh megah sebagai  ikon masing-masing wilayah dimubar dan pembuatan pintu gerbang permanen disetiap batas wilayah serta batas dengan Kabupaten Muna. Ini menunjukan nuansa megah ketika memasuki Kabupaten baru seumur jagung ini.

Foto: Jalan Dua Jalur (Ring Road) di Mubar. Foto/Istimewa

Ketujuh, Pemerintah Kabupaten Muna Barat,  lebih mendahulukan pembangunan fasilitas umum prioritas,  yaitu pasar,   rumah sakit, kantor Dinas Diknas, Pelabuhan dan bandara,  yang menjadi ujung tombak pelayanan prioritas pada rakyat, dan menjadi jantung roda putaran perekonomian daerah.

Foto: Rumah Sakit Umum Daerah Mubar. Foto/Istimewa

Kedelapan, Anggota DPRD Mubar,  menyadari benar bahwa gaji dan tunjangan serta perjalan dinas yang sangat spektakuler merupakan uang rakyat,  yang harus dipertanggungjawabkan dan apalah arti gedung elit namun rakyat keluh kesah, berteriak menjerit akibat kebutuhan vital mereka tdk dapat dipenuhi oleh para wakil mereka. Oleh karena itu,  sudah sepantasnya kepentingan rakyat menjadi perioritas wajib, sedang Gedung DPRD Mubar sudah dianggarkan tahun ini,  namun condisi covid 19 kembali tertunda.

Masih banyak lagi keberpihakan pemerintah daerah dibawah kepemimpinan La Ode M. Rajiun Tumada yang benar-benar sangat pro rakyat. Bagi mereka yang berfikir rasional dan senantiasa berkompromi dengan hatinya akan mengatakan bahwa pembangunan Mubar yang sangat spektakuler kurang dari 5 tahun tersebut hanya bisa dilakukan oleh pemerintahan yang sangat Pro rakyat.

Lalu bagaimana dengan Kabupaten  Muna yang kini telah berusia lanjut 61 Tahun dibawah kepemimpinan RE,  berikut karya spektakulernya LM Rusman Emba yakni:

Pertama, Bangunan Mall laut Motewe, yang dilengkapi jalan laut yang  ditimbun, mangkrak.

Kedua, Lapangan sepak bola timbunan laut laino ujung,  juga mangkrak.

Ketiga, Timbunan laut wamponiki, katanya untuk pertokoan,  kini ditumbuhi semak dan sampah, juga mangkrak.

Keempat, Kantor PKK depan alun-alun juga mangkrak.

Foto: Kondisi Gedung PKK Muna. Foto/Istimewa

Kelima, Bangunan rumah adat Meleura yang mulai lapuk juga mangkrak.

Keenam, Jalan Warangga yang unik, dimana tiang listrik ditengah jalan masih menjadi ikon menarik, dan unik dan mungkin juga satu-satunya didunia.

Foto: Pembangunan Jalan di Warangga Kab. Muna, Tiang Listrik Ada di Tengah. Foto/Istimewa

 

Ketujuh, Bangun jalan aspal paling tinggi 10 Km.

Kedelapan, Membangun dua tugu, kecil (kate) di Kecamatan Lohia, diinspirasi oleh bangunan megah tuguh di Mubar.

Kesembilan, Memberikan insentif hukumu sara,  Rp 750 ribu pertiga bulan bagi khatibi, dan Rp 900 ribu pertiga bulan  bagi modji dan imam desa.

Kesepuluh, Meresmikan RSUD Muna dan pelabuhan fery,  pasar sentral Laino,  karya pemerintah sebelumnya.

Kesebelas, Dua kali Terbakarnya pasar laino,  dan Fenomena pengelolaan pasar laino yang kini meninggalkan masalah.

Keduabelas, Blokade jalan Kabawo, hingga Wakumoro yang kini juga belum usai.

Ketigabelas, Pengelolaan bantuan Covid-19, desa di Muna yang bermasalah.

Keempatbelas, Kantor DPRD Muna karya pemerintahan Ridwan Bae,  yang kini papan namanya juga sudah tidak jelas.

Demikian karya spektakuler pemerintahan  LM Rusman Emba kurang lebih 5 tahun,  yang tidak sama sekali Pro Rakyat.

Para pendukung petahana Muna sama halnya jika meminjam kata pepatah ” semut disebrang lautan tampak,  gajah dipelupuk mata raib”. Rakyat Muna punya rasa dan hati yang sangat sulit untuk digadaikan. Gerakan rakyat akan bertindak rasional untuk memilih pemimpinnya yang tepat yang pro pada kebutuhan dan keterbatasan mereka.

Hal tersebutlah yang menjadi dasar  gelombang gerakan rakyat yang inginkan  perubahan di Muna untuk Ganti Rasa sangat  sulit untuk dihindarkan.

Tipelogi gaya, dan karakter kepemimpinan La Ode M. Rajiun Tumada, yang Pro Rakyat,  tegas, dan disiplin  dalam kepemimpinannya, serta merakyat dalam bingkai  kebijaksanaan dan sosok beliaulah yang dirindukan oleh masyarakat Muna kini.

“La Ode M. Rajiun Tumada Namaimo Mpuu Te Wuna”

Penulis: La Ode Hamrudin Momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *