TAKALAR – Gelar Aksi Demo yang di lakukan oleh warga Lassang barat dengan menyegel Kantor Desa Lassang Barat kemudian melanjutkan Orasinya di depan Kantor Daerah Kabupaten Takalar. Senin,(22/06/2020).
Tahkifal Mursalim selaku Jendral Lapangan dalam orasinya mengatakan, “Kami warga lassang barat sangat menyayangkan, kecewa atas kinerja para seluruh aparat Desa dalam pendataan calon penerima untuk itu kami anggap penyaluran penerima Bantuan Langsung Tunai dari dana Desa (BLT-DD) sangatlah tidak tepat sasaran,Bahkan ada beberapa warga yang sudah terdata namun sampai saat ini belum pernah merasakan bantuan tersebut kepada yg sudah di data sebelumnya,” katanya.
Daeng Tajang selaku tokoh Pemuda Masyarakat Lassang merasa heran dan kecewa Kepada para aparat Desa, “Disaat masyarakat pada umumnya banyak yang tak bisa mencari nafkah untuk keluarga akibat dari dampak pandemi Covid-19,namun pemerintah desa hanya mengolakasikan anggaran Dana BHPR (Bagi Hasil Pajak dan Retribusi) dalam membeli sepeda sebanyak 15 unit seharga Rp 2.000 000/unitnya untuk para perangkat desanya,” tandasnya.
Pantauan Wartawan SekilasIndonesia.id bahwa aksi demo masyarakat Lassang barat ini menuntut kepada Kepala Daerah yakni Bupati Takalar meminta untuk segera mencopot Plt Desa Lassang barat,Sekretaris Desa dan aparat desa yang tidak berpihak kepada masyarakat dalam situasi sekarang ini dalam merebaknya pandemi virus Covid -19.
Setelah itu Aksi demo ini langsung diterima oleh Drs Andy Rijal Mustamin selaku asisten 1 Pemerintahan mewakili Bupati Takalar, dengan memanggil perwakilan dari warga masyarakat, “Kesimpulannya akan ditinjau ulang kebenarannya,setelah itu kami laporkan ke bapak bupati untuk menindak lanjutinya secara tegas,” ucap Asisten 1 Pemerintahan.
para personil Anggota Sat Lantas dan anggota shabara Polres takalar,mengatur kendaraan agar tidak terjadi Kemacetan dan mengawasi jalannya agar Situasi Demo berjalan Aman dan tetap Kondusif hingga selesai.
Reporter : Suherman, S.Pd.











