GOWA,-Sabtu, 31-Oktober 2026. Anak Makassar Voice mengadakan Piknik Literasi yang bertempat di lapangan Syekh Yusuf, Gowa, Sulawesi Selatan.
Anak Makassar Voice menggelar Piknik Literasi, salah satu gerakan literasi yang bertujuan mendorong semangat baca, mengukuhkan literasi dengan mendatangi para pembaca agar lebih dekat dan terjangkau.
Melalui buku-buku pilihan dari karya sastra, sejarah, filsafat, ekonomi politik dan buku-buku lainnya.
Selayaknya sebuah piknik maka kita datang dengan bersantai, diskusi, cerita pengalaman dan bertukar pikiran-pikiran.
Piknik literasi ini selain lapak baca buku juga mengagendakan diskusi santai bertajuk “Refleksi Sumpah Pemuda: Mengapa Literasi Mahasiswa Makin Ketinggalan?”
Pemantik kita dari beragam kalangan mulai dari akademisi, aktivis literasi dan organisatoris, anak muda dan mahasiswa, di antaranya:
*Ilham Kenno, selaku Akademisi Unismuh Makassar menyampaikan bahwa perlunya konsisten dengan kebiasaan-kebiasaan baik ini, seperti merawat gerakan literasi ini.
*Maulana Syarif Ibrahim, Part Of Taman Baca Creative yang juga mantan ketua BEM Fakultas MIPA Unhas ini menggambarkan situasi mahasiswa yang banyak mengalami gangguan dan tantangan dengan kemajuan teknologi, mahasiswa seiring berkembangnya teknologi juga melemahkan daya fokus dan daya berpikirnya, olehnya meski konsisten menyelesaikan satu buku.
*Anas, Serikat Mahasiswa Indonesia yang juga mahasiswa UIN Alauddin Makassar menekankan bahwa gerakan literasi harus melahirkan kepekaan dengan keadaan-keadaan yang terjadi di lingkungan sekitar.
*Ihwanudding, Kabid Hukum dan HAM FAI, Unismuh Makassar yang memoderasi jalannya diskusi ini juga ikut memberi pengalaman-pengalamannya tentang literasi di lingkungan kampusnya yang mengalami penyusutan dan ikut bahagia bisa ikut belajar di forum ini.
Forum ini berjalan dengan baik dan sangat antusias, beragam kampus hadir, dari Universitas Hasanuddin, UIN Alauddin Makassar dan Universitas Muhammadiyah Makassar. Audiens yang hadir ikut menyampaikan keresahan-keresahannya tentang literasi. Ada yang mengatakan “tidak terlalu senang membaca tapi lebih suka nonton, “ada pula yang baru baca selembar sudah tidak kuat melanjutkan,” dan “lebih mudah terganggu dengan notif gadget ketimbang fokus membaca.” Dan beberapa keresahan lainnya.
Peserta yang lain juga ada yang membaca puisi dari karya-karya sastra penyair Sulawesi Selatan. Karya Aan Mansyur tidak ada New York hari ini. Dan Taufik Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Unismuh juga membacakan puisi karya Andi Yahyatullah Muzakkir berjudul “Di Bawah Bendera Revolusi.”
*Andi Yahyatullah Muzakkir, Keynote Speaker yang juga Founder Anak Makassar Voice dan penggagas Piknik Literasi ini menyampaikan bahwa kegiatan ini akan kita adakan setiap sabtu sore di lapangan Syekh Yusuf. Harapannya kita menganggap bahwa gerakan literasi ini penting untuk membangun kesadaran, menciptakan ekosistem belajar yang baik dan aman untuk mengekspresikan dirinya. Sebab kita sadar bahwa sejarah kita di Kawasan Timur Indonesia dan Sulawesi Selatan pada khususnya adalah jangkar intelektual kita, sehingga gerakan literasi ini harus terus didorong. Sebagai upaya pencerdasan di Timur Indonesia. Dan mahasiswa harus memiliki kesadaran untuk menggerakkan literasi. Karena, memang dari kita harus ada yang menggerakkan literasi. Kita sadar bahwa gerakan literasi ini adalah sebuah kebaikan sebab kita memberi dan berbagi dengan pengetahuan-pengetahuan. Harapannya, selanjutnya makin banyak yang terlibat dan tergerak untuk ikut memajukan dan mendorong gerakan literasi.











