Berita

Ubah Sampah Jadi Uang Kas Kelas, SMP Mardi Yuana Cilegon Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

×

Ubah Sampah Jadi Uang Kas Kelas, SMP Mardi Yuana Cilegon Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

SEKINDO.id CILEGON – SMP Mardi Yuana Kota Cilegon terus menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada para siswa melalui kegiatan kolase sampah yang rutin dilaksanakan setiap bulan di lapangan SMP Mardi Yuana Kota Cilegon, Jum’at (16/10/2026).

Kegiatan ini mengajak siswa memilah dan mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, gelas plastik, kaleng, kardus, hingga tutup botol.

Click Here

Wali Kelas 7B sekaligus guru pengajar Nalek SMP Mardi Yuana Kota Cilegon, Ayu Solihati, mengatakan kegiatan kolase sampah dilaksanakan seperti bulan-bulan sebelumnya.

Para siswa terlebih dahulu memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dilakukan penimbangan oleh pihak bank sampah.

Menurut Ayu, sampah yang telah dikumpulkan akan ditimbang berdasarkan kelas masing-masing.

Hasil penimbangan kemudian dicatat dan dilaporkan kepada pihak bank sampah untuk selanjutnya dikonversi menjadi uang.

Setiap kelas akan mendapatkan hasil dari sampah yang dikumpulkan untuk dimasukkan ke kas kelas dan dikelola bersama.

“Karena itu, khusus di kelas 7B, saya mewajibkan setiap siswa membawa sampah sesuai jenis yang telah ditentukan,” ujar Ayu.

Ia menjelaskan, kewajiban tersebut diterapkan untuk membangun rasa tanggung jawab dan keadilan di antara siswa.

Dengan demikian, seluruh siswa dapat berpartisipasi dan merasakan manfaat kegiatan secara bersama-sama.

Namun, Ayu menegaskan bahwa tujuan utama kolase sampah bukan semata-mata untuk mendapatkan uang.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.

Anak-anak harus sadar bahwa menjaga lingkungan itu penting.

“Sampah bukan hanya bisa menghasilkan uang ketika dikelola dengan baik, tetapi juga dapat membantu menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem, terutama dari sampah plastik yang sulit terurai,” jelasnya.

Ia juga mengajak para siswa agar tidak mengabaikan sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar, meskipun jumlahnya hanya sedikit.

Kalau melihat satu sampah plastik, ambil dan buang pada tempatnya.

“Jangan dibiarkan begitu saja dengan anggapan hanya satu sampah dan nanti lingkungan akan bersih sendiri,” pesannya.

Theresa Jovinka Iquinefa, siswi kelas 8B SMP Mardi Yuana Kota Cilegon, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengenali dan memilah berbagai jenis sampah.

Menurut Theresa, pemilahan sampah seperti plastik, kardus, label, dan tutup botol menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan.

Sampah yang dipisahkan sesuai jenisnya dapat memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Selain belajar memilah sampah, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk bekerja sama dengan teman sekelas.

Mereka bergotong royong mengumpulkan dan memisahkan sampah sehingga tercipta interaksi sosial yang lebih baik.

Kami jadi belajar memilah sampah, mengenal berbagai jenis sampah, dan bekerja sama dengan anggota kelas.

Kalau dipisahkan dengan benar, nilai jualnya juga bisa lebih tinggi,” ungkap Theresa.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena dapat membantu mengurangi sampah di lingkungan sekolah sekaligus memberikan keuntungan bagi siswa.

Uang yang diperoleh dari hasil penjualan sampah biasanya dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, seperti makan bersama atau membeli perlengkapan kelas.

Uangnya bisa digunakan untuk makan bersama atau membeli perlengkapan kelas.

“Jadi, hasilnya bisa dinikmati bersama oleh teman-teman sekelas,” tuturnya.

Bagindo Yakub.