Sekilasindonesia.id CILEGON — Suasana SMPN 11 Cilegon mendadak terasa seperti arena pesta demokrasi, tiga pasangan kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027 tampil membawa visi dan misi, sementara ratusan siswa menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan yang digelar Jumat (02/10/2026).
Kepala SMPN 11 Cilegon, H. Ibnu Sina, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan sekadar kegiatan mencoblos gambar kandidat.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi sarana bagi para siswa untuk belajar secara langsung mengenai demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, sekaligus sportivitas.
OSIS adalah jantungnya kegiatan kesiswaan. Dari OSIS lahir pemimpin-pemimpin masa depan.
“Maka hari ini bukan sekadar mencoblos gambar, tapi kita sedang belajar menjadi warga negara yang demokratis,” tegas Ibnu Sina.
Ia mengaku bangga terhadap tiga pasangan kandidat yang berani tampil di hadapan warga sekolah.
“Sebelumnya, para kandidat juga telah menyampaikan visi dan misi serta mengikuti debat dengan santun.
“Semua sudah menjadi pemenang karena berani berproses,” ujarnya.
Dalam pesannya kepada para pemilih, Ibnu Sina meminta siswa menggunakan hak suara berdasarkan hati nurani, bukan semata-mata karena kedekatan pertemanan.
Ia mendorong siswa mencermati visi, misi dan program masing-masing kandidat, terutama yang berkaitan dengan kemajuan sekolah, lingkungan yang aman, pencegahan perundungan atau bullying, hingga penguatan budaya literasi.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh kandidat dan pendukungnya agar tetap menjaga sportivitas setelah proses pemilihan selesai.
Siapapun yang terpilih nanti adalah Ketua OSIS kita semua, tidak ada kubu 01, 02, 03 lagi, yang ada adalah OSIS SMPN 11 Cilegon yang kalah harus mendukung, yang menang harus merangkul,” katanya.
Ibnu Sina juga menyebut pemilihan OSIS sebagai miniatur proses demokrasi yang dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta menggunakan hak pilih secara jujur, adil, rahasia dan bertanggung jawab.
“Satu suara kalian sangat menentukan masa depan sekolah,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi kerja panitia MPK dan guru pembina yang telah mempersiapkan seluruh tahapan pemilihan, mulai dari bilik suara hingga surat suara.
Pelaksanaan pemilihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada siapa yang memperoleh suara terbanyak.
Lebih jauh, proses ini menjadi ruang pembelajaran bagi siswa SMPN 11 Cilegon untuk memahami bahwa demokrasi juga menuntut kedewasaan menerima hasil dan menghargai pilihan orang lain.
Dengan demikian, siapapun pasangan yang nantinya terpilih diharapkan mampu merangkul seluruh siswa dan membawa OSIS SMPN 11 Cilegon menjadi organisasi kesiswaan yang aktif, kreatif dan mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah.
Bagindo Yakub.











