Sekilasindonesia.id CILEGON — Belajar tak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Puluhan siswa SD Irnanda mendapat pengalaman berbeda dengan mengikuti kunjungan edukatif ke Kantor Imigrasi Cilegon, Selasa (15/09/2026).
Mengusung tema “Menjelajah Benua”, kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 5 dan 6 bersama guru serta kepala sekolah.
Para siswa diajak mengenal dunia keimigrasian secara langsung, mulai dari tugas dan fungsi Imigrasi, paspor, visa, hingga keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperoleh pengetahuan mengenai keimigrasian di luar lingkungan sekolah.
Mereka diperkenalkan dengan berbagai hal mendasar yang berkaitan dengan perjalanan ke luar negeri, termasuk fungsi paspor sebagai dokumen perjalanan serta visa sebagai salah satu dokumen yang berkaitan dengan izin memasuki negara tujuan.
Selain mengenal dokumen perjalanan, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Imigrasi dalam mengatur lalu lintas orang yang masuk dan keluar wilayah Indonesia.
Materi mengenai keberadaan WNA di Indonesia turut diberikan untuk mengenalkan peran Imigrasi dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing.
Kepala Kantor Imigrasi Cilegon,
Aditya Triputranto, mengatakan kegiatan kunjungan edukatif menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan keimigrasian kepada masyarakat sejak usia dini.
“Melalui kegiatan fieldtrip ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan bagi para siswa,” ujar Aditya.
Menurutnya, pengenalan keimigrasian sejak dini diharapkan dapat membantu siswa memahami secara sederhana peran Imigrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengatur lalu lintas orang antarnegara.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga siswa lebih mudah memahami informasi yang diberikan.
Antusiasme pun terlihat dari keaktifan para siswa selama mengikuti rangkaian kegiatan dan berinteraksi dengan petugas Imigrasi.
Aditya mengapresiasi antusiasme para siswa dan pihak sekolah yang telah menjadikan Kantor Imigrasi Cilegon sebagai salah satu tempat belajar.
“Semoga apa yang dipelajari hari ini dapat menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menambah wawasan mereka tentang keimigrasian,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Cilegon menegaskan komitmennya untuk membuka ruang edukasi keimigrasian yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Pengenalan sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan wawasan mengenai pentingnya dokumen perjalanan sekaligus memberikan gambaran mengenai peran dan fungsi Imigrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan Sekadar Fieldtrip, Siswa SD Irnanda “Menjelajah Benua” dan Kenali Dunia Imigrasi
CILEGON — Kunjungan siswa SD Irnanda ke Kantor Imigrasi Cilegon, Selasa (15/9/2026), berubah menjadi pengalaman belajar yang menarik. Melalui tema “Menjelajah Benua”, siswa kelas 5 dan 6 diajak mengenal seluk-beluk keimigrasian secara langsung.
Didampingi guru dan kepala sekolah, para siswa mendapatkan berbagai materi tentang tugas dan fungsi Imigrasi, mulai dari paspor dan visa hingga pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia.
Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diajak berinteraksi dengan petugas sehingga materi yang disampaikan terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Paspor diperkenalkan sebagai dokumen perjalanan yang digunakan ketika seseorang melakukan perjalanan ke luar negeri.
Sementara visa dijelaskan sebagai salah satu dokumen yang berkaitan dengan izin memasuki negara tujuan.
Para siswa juga mendapat pemahaman mengenai peran Imigrasi dalam mengatur lalu lintas orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia serta melakukan pengawasan terhadap keberadaan orang asing.
Kepala Kantor Imigrasi Cilegon, Aditya Triputranto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan dunia keimigrasian kepada masyarakat sejak usia dini.
“Melalui kegiatan fieldtrip ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan bagi para siswa,” kata Aditya.
Ia berharap pengenalan tersebut dapat membuat anak-anak memahami secara sederhana bagaimana Imigrasi memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan fungsi pengaturan lalu lintas orang antarnegara.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti materi dan berinteraksi dengan petugas Imigrasi.
Aditya juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang menjadikan Kantor Imigrasi Cilegon sebagai salah satu lokasi pembelajaran.
Kami mengapresiasi antusiasme para siswa dan pihak sekolah yang telah menjadikan Kantor Imigrasi Cilegon sebagai salah satu tempat belajar.
“Semoga apa yang dipelajari hari ini dapat menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menambah wawasan mereka tentang keimigrasian,” tuturnya.
Bagindo Yakub











