Berita

Kajian Maulid Nabi di Bojonegara Jadi Momentum Perkuat Iman dan Akhlak Masyarakat

×

Kajian Maulid Nabi di Bojonegara Jadi Momentum Perkuat Iman dan Akhlak Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id SERANG – Majelis Taklim Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akidah, serta menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, Rabu Malam (16/09/2026).

Hal tersebut disampaikan Ustadz KH. Mas’udi selaku pengkaji Majelis Taklim Desa Bojonegara dalam kajian yang mengangkat keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Click Here

Menurut KH. Mas’udi, kehidupan bermasyarakat perlu diiringi dengan perbaikan dalam ibadah dan akhlak.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW, kata dia, dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia maupun dengan lingkungan.

“Contoh daripada Nabi Muhammad SAW itu kebaikannya, akhlaknya, perilaku yang baik, hubungan yang baik dengan sesama manusia dan dengan lingkungan,” ujar KH. Mas’udi.

Ia berharap melalui kajian dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Desa Bojonegara dapat semakin memahami pentingnya menjaga hak-hak sesama manusia serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman, nyaman dan tenteram.

KH. Mas’udi juga menekankan pentingnya menjaga agar peringatan Maulid Nabi tetap berada pada nilai dan tujuan utamanya, yakni mengambil pelajaran dari kehidupan serta keteladanan Rasulullah SAW.

“Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan masyarakat itu menyangkut pembenahan agar lebih terjaga dalam peringatan, supaya jangan keluar daripada nilai-nilai dan tujuan inti Maulid Nabi,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak berhenti belajar agama dan terus mendekatkan diri kepada para ulama serta orang-orang yang memiliki pengetahuan agama.

Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga akidah dan keimanan masyarakat.

“Jangan putus untuk belajar, untuk dekat dengan para pemimpin, para sahabat dan para ulama supaya bisa terjaga akidah dan keimanan kita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojonegara, Wawan Fauzan, SP, mengatakan kegiatan pengajian merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dalam bidang administrasi, tetapi juga dalam pembinaan kerohanian.

Menurutnya, Majelis Taklim Desa Bojonegara dilaksanakan secara rutin setiap setengah bulan sekali.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama dan memperbaiki akidah.

Yang perlu diperhatikan, pertama pelayanan masyarakat secara administrasi, yang kedua untuk mengisi kerohanian di Desa Bojonegara ini.

“Bentuknya yaitu diadakan pengajian setiap setengah bulan sekali,” kata Wawan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan harapan masyarakat memiliki bekal keagamaan dalam menjalani kehidupan serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan.

Perlu diketahui bahwa kita ini punya panutan, panutannya Nabi kita Muhammad SAW.

Biar hidup kita selamat, kita punya panutan.

“Caranya bagaimana? Yang tidak tahu menjadi tahu dengan berguru atau diajarkan oleh ustadz dan kiai,” ujarnya.

Wawan berharap kegiatan Majelis Taklim Desa Bojonegara semakin ramai diikuti masyarakat dari berbagai kampung.

Ia juga mendorong agar peserta yang hadir dapat menyampaikan kembali ilmu yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungannya.

Harapannya semoga dari kampung-kampung se-Bojonegara ada perwakilan.

“Semoga ditularkan dan diberitahu lebih banyak lagi orang yang mengikuti pengajian di sini,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan pemuda Majelis Taklim Desa Bojonegara, Rizki Jeppi Maulana, menilai kegiatan pengajian memiliki manfaat besar bagi generasi muda.

Menurutnya, kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk meningkatkan pola pikir sekaligus memperkuat keimanan.

Manfaatnya banyak, khususnya untuk pemuda.

“Salah satunya meningkatkan kualitas atau cara berpikir pemuda di zaman sekarang,” ujar Rizki.

Ia menilai keberadaan Majelis Taklim juga dapat menjadi salah satu wadah positif bagi generasi muda di tengah berbagai tantangan pergaulan.

Pemuda, kata dia, perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan diri dan menjaga diri dari berbagai perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan yang dapat merugikan masa depan.

Selain meningkatkan keimanan, kegiatan tersebut juga dinilai dapat mempererat kekompakan pemuda dan masyarakat Desa Bojonegara.

Rizki pun mengajak seluruh pemuda di Desa Bojonegara untuk ikut meramaikan berbagai kegiatan yang digelar pemerintah desa, termasuk agenda Majelis Taklim.

Marilah untuk pemuda yang ada di Desa Bojonegara ini agar selalu bersemangat dan mengikuti agenda yang kepala desa agendakan.

“Seperti Majelis Taklim yang ada di Desa Bojonegara ini, mari kita ramaikan bersama-sama,” pungkasnya.

Bagindo Yakub.