TAKALAR – Rabu,02/09/2026, Sebanyak 28 siswa SMP Negeri 2 Takalar dilaporkan mengalami keluhan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa yang berharap bertanggung jawab dan adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada peserta didik.
Kejadian ini sontak menjadi perhatian masyarakat, mengingat program MBG merupakan program Utama Presiden RI, Prabowo Subianto dalam upaya bagaimana pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi siswa di sekolah. Meski demikian, orang tua menegaskan bahwa aspek keamanan dan kelayakan konsumsi makanan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya.
Sejumlah orang tua siswa menyampaikan rasa kecewa dan prihatin atas insiden tersebut. Mereka menilai bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa seharusnya melalui proses pengawasan dan pemeriksaan yang ketat sebelum didistribusikan ke sekolah.
Menurut mereka, pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu melakukan pengawasan lebih maksimal terhadap proses penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap menu yang diberikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi.
“Kami mendukung program MBG karena sangat bermanfaat bagi anak-anak. Namun, kualitas dan kebersihan makanan harus menjadi perhatian serius agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujar salah seorang orang tua siswa.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan penelusuran terhadap penyebab keluhan yang dialami para siswa serta mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Dengan evaluasi yang komprehensif dan pengawasan yang lebih ketat, program MBG diharapkan tetap dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat optimal bagi peserta didik tanpa menimbulkan risiko terhadap kesehatan mereka.











