Sekilasindonesi.id Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghormatan khusus kepada Presiden Belarus Alexander Lukashenko dengan mempersilakannya bermalam di Istana Negara.
Prabowo menunjukkan penghormatan tersebut dalam rangka kunjungan kenegaraan balasan Lukashenko ke Jakarta, Kamis (2/7).
Sugiono menjelaskan, Lukashenko pada awalnya menghendaki untuk bermalam di Kompleks Istana Kepresidenan. Namun, alih-alih menginap di Wisma Negara, Lukashenko justru dipersilakan Prabowo untuk bermalam di Istana Negara.
Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan Prabowo kepada Lukashenko selama kunjungan kenegaraannya di Indonesia.
“Biasanya, kalau kunjungan kenegaraan, presiden yang lain berkehendak di hotel. Tapi beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana,” jelas Sugiono.
Dengan demikian, ia mengatakan bahwa Lukashenko menjadi presiden pertama yang bermalam di Istana Negara selama kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Sementara itu, menurutnya, kepala pemerintahan terakhir yang menginap di Wisma Negara adalah mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.
Lebih lanjut, Sugiono mengatakan pemerintah memandang penting kunjungan Lukashenko kali ini karena menandai babak baru hubungan bilateral antara kedua negara.
Ia menjelaskan, kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan kenegaraan balasan setelah Prabowo melakukan lawatan ke Belarus pada 15 Juli lalu.
Dari pertemuan tersebut, kedua pemimpin berkomitmen meningkatkan kerja sama bilateral yang dinilai telah memasuki tahap baru yang lebih intensif. Momentum itu ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan negara-negara Eurasia (EAEU CEPA), yang telah diratifikasi oleh Belarus.
Menurut Sugiono, kedua negara pada hari ini akan membawa kerja sama tersebut ke tahap yang lebih lanjut melalui peluncuran peta jalan hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis.
“Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif,” jelas dia.
Ia menambahkan bahwa melalui peta jalan tersebut, kedua negara akan memperkuat kerja sama pada sektor-sektor prioritas pemerintahan Prabowo, yakni ketahanan pangan dan energi. Salah satu bentuknya adalah kerja sama di bidang produk pertanian dan bahan baku pupuk.
“Kita berharap kunjungan balasan ini juga akan makin mempererat hubungan kedua negara dan juga mempererat kerja sama kita dalam rangka meningkatkan ekonomi dan alternatif-alternatif sumber-sumber daya yang kita butuhkan,” tutupnya.
Bagindo Yakub.











