TAKALAR,— Hujan yang mengguyur wilayah Desa Cikoang tak menyurutkan semangat masyarakat untuk menghadiri kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKB, Hj. Fadillah Fahriana. Kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2025–2026 tersebut berlangsung di rumah Karaeng Opua, Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, Kepala Desa Cikoang Zainuddin Johan, pemangku adat Karaeng Opua, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta ratusan warga yang tetap antusias mengikuti jalannya reses meski dalam kondisi hujan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cikoang Zainuddin Johan menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Hj. Fadillah Fahriana bersama Wakil Bupati Takalar. Ia berharap kegiatan reses ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan desa secara langsung. Ia juga mendorong warga untuk menyiapkan proposal agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian wakil rakyat terhadap masyarakat. Menurutnya, reses menjadi ruang penting dalam menyerap aspirasi warga yang nantinya akan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan dan legislatif.
Sementara itu, Hj. Fadillah Fahriana menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa setiap bantuan pemerintah harus melalui pengajuan proposal, dan dirinya akan berperan sebagai penghubung agar aspirasi tersebut dapat diperjuangkan di tingkat provinsi.
“Semua bantuan pemerintah harus melalui proposal. Saya hanya menjembatani dan mengawal agar aspirasi masyarakat bisa sampai dan diperjuangkan,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak, di antaranya penanganan abrasi pantai melalui pembangunan bronjong atau pemecah ombak, bantuan alat tangkap nelayan, bantuan kultivator bagi petani, serta perbaikan Baruga adat Maudu Lompoa. Selain itu, sekitar 30 kelompok tani di Desa Cikoang juga mengajukan dukungan untuk peningkatan sektor pertanian.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan tingginya tingkat desil yang berdampak pada kesulitan reaktivasi kartu JKN/BPJS Kesehatan, serta kebutuhan perbaikan jalan tani guna menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Di akhir kegiatan, suasana semakin semarak dengan pembagian doorprize melalui kupon undian yang telah disiapkan panitia. Beragam hadiah seperti wajang, kerudung, dan payung dibagikan kepada warga yang beruntung.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat Desa Cikoang.











