BeritaDaerah

BUMDes Cikoneng Mulai Panen Jagung Perdana, Ditargetkan Kembangkan hingga 15 Hektar

×

BUMDes Cikoneng Mulai Panen Jagung Perdana, Ditargetkan Kembangkan hingga 15 Hektar

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonesia.id SERANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikoneng mulai memasuki masa panen jagung perdana setelah melalui proses penanaman dan perawatan selama kurang lebih tiga bulan.

Program pertanian ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta memperkuat sektor pertanian lokal.

Click Here

Direktur Utama BUMDes Cikoneng, Toton Fathoni, menjelaskan bahwa penanaman jagung tahap awal dilakukan sekitar tiga bulan lalu di lahan seluas 2 hektar.

Penanaman tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan pertanian jagung yang ditargetkan mencapai total lahan sekitar 15 hektar.

“Dari mulai penanaman sampai masa panen itu kurang lebih tiga bulan. Dengan perawatan dan pemupukan yang dilakukan sejak awal, hasilnya cukup bagus dan kualitas jagungnya juga lebih baik,” ujar Toton, Selasa (10/02/2026).

Ia menambahkan bahwa proses perawatan, terutama pemupukan dan pemantauan pertumbuhan tanaman, menjadi faktor penting dalam menentukan hasil panen.

Menurutnya, jagung yang ditanam dengan perawatan optimal akan menghasilkan kualitas yang lebih baik dan layak dikembangkan dalam skala lebih luas,” ungkapnya.

Sementara itu, Try Anggoro, Kepala Unit Pertanian BUMDes Cikoneng, menyampaikan bahwa panen tahap awal ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum pengembangan lahan seluas 13 hektar berikutnya.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian utama adalah kondisi cuaca dan pola pemupukan.

“Penanaman pertama di 2 hektar ini jadi evaluasi kami. Ada beberapa hal yang harus diperbaiki, terutama dari faktor cuaca dan pemupukan yang harus lebih dimaksimalkan ke depannya,” jelas Try.

Ia mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah pertumbuhan jagung yang belum merata, di mana ukuran tanaman berbeda-beda akibat cuaca yang kurang stabil.

Kondisi ideal pertumbuhan jagung, menurutnya, adalah cuaca yang stabil, panas namun tidak berlebihan, serta curah hujan yang tidak terlalu sering agar pH tanah tetap terjaga.

“Kalau hujan terlalu sering atau cuaca tidak stabil, pertumbuhan jagung jadi kurang maksimal. Ada yang besar, ada juga yang kecil,” tambahnya.

Try Anggoro berharap, melalui pengembangan pertanian jagung ini, BUMDes Cikoneng dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Selain sebagai pondasi sektor pertanian, hasilnya diharapkan dapat kembali dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Harapan saya, pertanian ini bisa memutar dan menstabilkan kesejahteraan desa. Pondasinya kuat, dan manfaatnya kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Bagindo Yakub.