Sekilasindonesia.id Aceh Tamiang — Upaya pembersihan pascabanjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus dikebut.
Tim penanggulangan bencana dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama para relawan bekerja hingga larut malam dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir yang menutup jalan nasional.
Berdasarkan video Kementerian PU yang dikutip Sabtu (27/12), proses pembersihan telah berlangsung sejak Jumat (26/12) dan terus berlanjut hingga pukul 23.30 WIB. Di lapangan, ekskavator dan truk dikerahkan tanpa henti untuk mengangkut lumpur, kayu, serta material lain yang terbawa banjir bandang.
Meski waktu telah memasuki tengah malam, pekerjaan tetap dilanjutkan demi mempercepat pembukaan kembali jalur transportasi utama dan menekan risiko bencana lanjutan bagi warga sekitar.
Fokus pembersihan diarahkan pada titik-titik vital, khususnya ruas jalan nasional yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, serta area lingkungan pesantren yang sempat tertutup material banjir.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang dapat kembali berjalan secara bertahap.
Kerja hingga larut malam dipilih untuk mempercepat normalisasi dan meminimalkan dampak berkepanjangan terhadap kehidupan warga.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bekerja tanpa henti dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga kondisi masyarakat terdampak benar-benar pulih.
“Semua harus terus bekerja tanpa henti, mengerahkan sumber daya nasional untuk mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sampai kehidupan dan penghidupan masyarakat dapat pulih dan menjadi lebih baik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (25/12).
Bagindo Yakub.











