Sekilasindonesia.id, || PANGKALPINANG — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang di Kota Pangkalpinang, Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Achmad Ferdy Firmansyah, menyerukan pentingnya mendukung calon kepala daerah yang telah mendapat restu dari Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto.
Ajakan tersebut disampaikannya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para loyalis Soehartoisme, agar bersatu memenangkan pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota yang diusung oleh partai pimpinan Prabowo.
“Pak Prabowo Subianto saat ini adalah Presiden RI ke-8. Oleh karena itu, mari kita masyarakat Pangkalpinang bersikap tegak lurus untuk memilih dan memenangkan paslon yang telah memperoleh restu secara tertulis melalui surat keputusan Partai Gerindra yang dikomandoi oleh Presiden RI,” ujar Firman, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (03/08/2025).
Firman menegaskan, dukungan terhadap paslon yang direstui Presiden akan memberikan manfaat besar bagi pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara kepala daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci utama percepatan pembangunan di tingkat kota/kabupaten.
“Pembangunan suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari komunikasi dan sinergi antara pemimpin di tingkat pusat dan daerah. Karena itu, saya pastikan sinergitas akan tercipta apabila kepala daerah terpilih mendapat restu dari Bapak Prabowo Subianto,” katanya.
Firman, yang juga dikenal sebagai salah satu loyalis Soehartoisme di Babel, menilai posisi Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi memiliki peran strategis dalam menyukseskan program-program nasional pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ia mencontohkan keberhasilan kepemimpinan (alm) Zulkarnain Karim (Bang Zul), mantan Wali Kota Pangkalpinang yang saat itu diusung oleh Partai Demokrat, partai yang juga dipimpin oleh Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Firman menilai, sinergi politik pusat dan daerah terbukti membawa kemajuan signifikan bagi pembangunan kota.
“Pada masa kepemimpinan almarhum Bang Zul yang merupakan kader Partai Demokrat, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang berlangsung pesat,” jelasnya.
“Itu semua ditopang oleh sinergitas intens antara kepala daerah dan Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat kala itu,” sambungnya.
Lebih lanjut, Firman menegaskan bahwa hubungan antara kepala daerah dan pemerintah pusat sangat menentukan besaran struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menyebut, selain Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana-dana transfer pusat seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sangat bergantung pada kuatnya relasi politik.
“Objektivitas dari kuasa relasi antara kepala daerah dan pemerintah pusat adalah keniscayaan. Ini sangat penting untuk penguatan dan peningkatan struktur APBD, yang bersumber dari DAU dan DAK, agar program-program pro-rakyat dan pembangunan infrastruktur publik dapat berjalan maksimal,” paparnya.
Firman mengajak masyarakat Pangkalpinang untuk bersikap realistis terhadap situasi politik nasional saat ini, dan tidak mudah terjebak pada janji-janji manis dari paslon yang tidak memiliki koneksi kuat dengan pemerintah pusat.
“Sudah saatnya masyarakat bersikap realistis terhadap situasi pemerintahan sekarang dan tidak terjebak pada angin surga dari paslon yang minim kuasa relasi, apalagi yang justru berseberangan dengan pusat,” tegasnya.
Sebelum menutup pernyataannya, Firman menekankan bahwa perhatian dan prioritas pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah akan sangat dipengaruhi oleh kedekatan kepala daerah dengan Presiden.
“Pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak terlepas dari perhatian pemerintah pusat, terutama dalam konteks besar kecilnya APBD yang bersumber dari DAU dan DAK,” pungkasnya.
Redaksi.











