JAKARTA, SEKILAS INDONESIA,- Menteri Keuangan Sri Mulyani mencopot Rafael Alun Trisambodo Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan II, Rafael merupakan ayah dari Mario Dandy, pelaku penganiyaan David.
Penganiyaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terhadap David menyingkap persoalan gaya hidup hedonisme oknum pejabat pajak.
Kasus ini melebar, menjadi gaya hidup hedon oknum pejabat pajak. Mario sering mengunggah gaya hidup mewahnya di media sosial.
Sehingga, harta ayahnya yang mencapai 56 M itu disoroti berbagai pihak.
Salah Urus
Adi Abdillah Marta Ketua I PB Mathla’ul Anwar menanggapi kasus ini sebagai cerminan dari salah urus negara.
“Orientasi sejahtera yang dimaksud tidak tercapai, ini tidak sepatutnya dibiarkan. Kasus kehidupan hedon para pemungut pajak itu bukan hanya bocor keuangan negara tapi dimaling di depan mata,” katanya.
Kita langsung ingat dengan Gayus Tambunan yang berlaku sama, gaya hedon dan salah satu skandal korupsi besar di Indonesia.
Skandal ini menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat dan institusi pajak Indonesia.
Pada saat itu, masyarakat semakin kehilangan kepercayaan terhadap aparat pajak, karena terjadi penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi di dalamnya.
Sejak saat itu, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki sistem perpajakan dan meningkatkan integritas aparat pajak agar kepercayaan masyarakat dapat kembali pulih.
Reformasi di Tubuh Ditjen Pajak
Saat para penyelenggara negara mempertontonkan aksi – aksi kedzaliman. Tidak sepatutnya memang kita sebagai warga negara tidak lagi percaya bahkan tidak membayar pajak.
Adi Abdillah mendorong pemerintah agar melakukan reformasi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak, seperti halnya yang terjadi di tubuh Polri.
“Langkah ini agar menimbulkan kembali rasa percaya masyarakat terhadap Direktorat Jenderal Pajak. Mereka harus menjamin transparansi,” katanya.
Jangan sampai ada stigma zakat 2,5% dari si kaya untuk si miskin, dan pajak 11% dari si miskin untuk si kaya.(red)











