Internasional

Presiden Prabowo Subianto: Patriot Sejati, Penjaga Kedaulatan Republik Indonesia.

×

Presiden Prabowo Subianto: Patriot Sejati, Penjaga Kedaulatan Republik Indonesia.

Sebarkan artikel ini

Sekindo.id, Indonesia — Indonesia saat ini memasuki fase transisi dari era pemerintahan yang selama ini dikendalikan oleh segelintir orang yang sering disebut sebagai “kelompok oligarki”, menuju arah pemerintahan yang berdaulat (berdiri di atas kaki sendiri), dimana pembangunan ekonomi nasional diarahkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat secara adil, merata, dan menyeluruh.

Sejak kepemimpinan presiden republik Indonesia bapak H. Prabowo Subianto, seluruh aset negara yang selama ini dikuasai oleh segelitir elit penguasa dan korporasi yang merugikan negara selama puluhan tahun lamanya, kini direbut serta dikembalikan kepangkuan ibu pertiwi sebagaimana mestinya.

Click Here

Kondisi ini tentu menjadi harapan dan kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia, namun tidak bagi mereka yang selama ini menjadi bagian dari penikmat atas “pemerkosaan kekayaan negara”. Mereka tidak lagi dapat menerima untung dari tindakan-tindakan penipuan, kebohongan, dan pemalsuan terhadap negara.

Akibatnya tangan-tangan jahat yang selama ini mereka gunakan untuk merampok harta dan kekayaan negara, kini berubah menjadi senjata-senjata yang terus berupaya untuk merongrong, mencabik, dan mengacaukan kestabilan tatanan baru pemerintahan yang sedang disiapkan oleh bapak Presiden RI H. Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia jauh lebih maju.

Bukan hanya hal itu yang dilakukannya, mereka terus-menerus memproduksi, merekayasa, dan menyebar berita-berita palsu, lalu menyerang kehormatan seorang pemimpin negara dengan caci-maki serta hujatan secara brutal. Seolah-olah apapun yang terjadi di negeri ini, itu pasti salah Prabowo.

Hebatnya, bak seorang heroik dan patriot sejati, bapak Presiden H. Prabowo Subianto tampak tak bergeming oleh semua ancaman serta serangan yang dialamatkan padanya langsung. Beliau tetap tegar dan terus berpijak pada prinsip untuk membangun negeri serta rakyat yang dicintainya tanpa ada rasa takut sedikitpun.

Dua tahun kepemimpinan bapak Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto memang penuh dengan campakan, serbuan, dan terpaan serangan yang datang bertubi-tubi. Namun keberhasilan dari program-program strategis yang berbasis pada akar rumput (kerakyatan) telah nyata terlihat. Misalnya saja, program makan bergizi gratis (MBG) yang telah menyentuh ± 62 juta penerima manfaat mulai dari anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, program sekolah rakyat yang telah menyekolahkan anak-anak terlantar dan kurang mampu tanpa harus membebani orang tuanya, bahkan orang tuanya memperoleh banyak bantuan dari pemerintah, program revitalisasi sekolah yang telah mengakselerasi lebih dari 80 ribu unit, ribuan jembatan merah-putih yang dapat mendukung produktifitas dan perekonomian masyarakat, layanan cek kesehatan gratis, hingga tidak lama lagi akan menyusul kampung nelayan merah-putih dan koperasi desa/kelurahan merah-putih di desa-desa.

Program-program strategis tersebut bukan hanya menjadi stimulus dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, akan tetapi menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional dari bawah ke atas (buttom up) yang berlaku menyeluruh, adil, dan merata disetiap pelosok-pelosok negeri.

Paradigma model pembangunan yang dibawa oleh Presiden RI bapak H. Prabowo Subianto belum pernah terlihat pada masa pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Alokasi anggaran dalam APBN dikucurkan secara massif ke daerah-daerah tanpa membeda-bedakan porsi, sehingga disparitas pembangunan yang selama ini menjadi isu yang bisa menjadi pemicu terjadinya disintegrasi bangsa dapat mulai terkikis.

Kue pembangunan nasional dalam postur APBN di bagi ke semua daerah, sehingga perputaran keuangan negara tidak lagi bertumpu pada pusat ibu kota pemerintahan dan kota-kota besar lainnya yang ada di pulau Jawa, namun terdistribusi dengan baik ke seluruh wilayah dan pulau-pulau yang ada di dalam negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Kemandirian dan kedaulatan pangan yang sering disebut sebagai swasembada pangan utama (beras, jagung, gula, dll) bukan lagi sekadar cita-cita. Gejolak pasar global terhadap kelangkaan pangan dunia akibat dari krisis iklim yang berkepanjangan (el-nino), tidak berdampak apa-apa bagi Indonesia. Hal tersebut telah diprediksi sejak awal bapak Presiden Prabowo Subianto menjabat di tahun 2024 yang lalu.

Belum lagi pada sektor energi dan hilirasasi. Seluruh peralatan dan kebutuhan produksi dalam negeri untuk kebutuhan energi utama (minyak, gas, dan listrik) sedang on the track. Bahkan, baru-baru ini pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah melakukan ekspor baterai kendaraan listrik (EV) pada tanggal 8 Oktober yang lalu.

Keteguhan hati dari sosok nasionalis sejati yang ingin membawa Indonesia menuju gerbang kemajuan telah terlihat di depan mata. Kini Indonesia tidak lagi dipandang sebagai objek pasar dan sumber bahan baku, akan tetapi menjadi negara pemain dan penentu pasar global yang sangat diperhitungkan oleh negara-negara besar lainnya.

Ini baru tahun ke-2 bapak Presiden RI H. Prabowo Subianto menjabat. Indonesia telah berada pada posisi strategis dan menjadi penentu hubungan diplomatik serta bilateral antar negara.

Dan hari ini, tepat pada tanggal 17 Oktober 2026 adalah hari ulang tahun Ke-75 tahun dari sosok inspiratif dan pemimpin terbaik Presiden Republik Indonesia bapak H. Prabowo Subianto sepanjang sejarah.

Terimakasih atas dedikasi, perjuangan, dan pengorbanan bapak untuk bangsa dan negara selama ini.

Dirgahayu bapak H. Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya. Semoga Allah S.W.T (Tuhan Yang Maha Esa) senantiasa memberikan perlindungan, kesehatan, dan memberikan umur yang panjang untuk terus menebarkan bahkti bagi bangsa dan negeri ini. (**)