LEBAK, SEKINDO. ID- Warga Desa Cilangkap dan Desa Parungsari, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak mengeluhkan buruknya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Padahal mereka mengaku rutin membayar tagihan setiap bulan.
Keluhan utama warga adalah air PDAM yang jarang mengalir.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dalam sebulan air hanya mengalir sekitar dua minggu.
”Padahal kami bayar tidak pernah kurang, tapi airnya dalam satu bulan paling dua Minggu yang keluar airnya,” jelasnya kepada wartawan, Minggu 3 Agustus 2026.
Selain gangguan aliran, warga juga menyoroti lambatnya respon petugas PDAM saat ada laporan kerusakan atau keluhan.
”Anehnya pihak PDAM itu tidak cepat tanggap padahal untuk bayar kurang dari 2000 rupiah pun tidak bisa tapi pelayanannya seperti ini,” keluhnya.
Warga meminta manajemen PDAM segera memperbaiki sistem pelayanan dan lebih responsif terhadap aduan pelanggan.
”Kami minta cepat tanggap jangan lalai, karena kurang respon dengan baik terhadap keluhan. Kecuali kami telat bayar ini mah kami tidak pernah telat,” ungkapnya.
*AMBAS Soroti Kinerja Manajemen PDAM*
Koordinator Aliansi Muda Banten Selatan (AMBAS), Haes Rumbaka, turut menyoroti persoalan ini. Ia meminta PDAM mengedepankan pelayanan ekstra kepada pelanggan.
”Perusahaan ini milik pemerintah yang seharusnya lebih memberikan pelayanan terbaik karena sumber modal berasal dari pajak rakyat,” kata Haes.
Ia juga mempertanyakan kinerja PDAM secara umum, karena menurutnya di sejumlah daerah banyak jaringan PDAM yang tidak berfungsi optimal.
”Manajemen di PDAM ini harus dievaluasi lantaran tidak becus bekerja,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Wanasalam belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Warga berharap keluhan ini segera ditindaklanjuti agar kebutuhan air bersih di Cilangkap dan Parungsari tidak terus terganggu.
(Usep).











