Sekilasindonesia.id JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Thailand mempertegas komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 20 miliar pada 2030.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam Second Leaders’ Consultation di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi fondasi utama hubungan kedua negara.
Ia optimistis target perdagangan dapat tercapai melalui implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 yang baru saja diadopsi.
“Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar USD 20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis,” ujar Prabowo.
Kunjungan PM Thailand ke Indonesia ini menjadi yang pertama dalam 15 tahun terakhir.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyepakati roadmap yang akan menjadi panduan penguatan hubungan bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, ketahanan pangan, energi, hingga ekonomi digital.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Thailand sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha.
Kedua negara juga akan membentuk Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama dalam sejarah hubungan Indonesia–Thailand untuk mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan.
Selain itu, kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama ketahanan pangan melalui pengembangan teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, serta penguatan rantai pasok.
Pada sektor energi, Indonesia dan Thailand akan mendorong penyelenggaraan Indonesia–Thailand Energy Forum sebagai wadah memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.
Kerja sama juga diperluas ke sektor ekonomi digital, termasuk pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) guna meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.
Di sektor industri halal, kedua negara sepakat membangun rantai nilai halal regional dan global dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing.
Sementara itu, PM Anutin Charnvirakul menyampaikan keyakinannya bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand akan semakin kuat.
Dengan total populasi sekitar 350 juta jiwa, kedua negara dinilai memiliki pasar yang sangat besar untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan kemitraan sektor swasta.
“Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral,” kata PM Anutin.
Bagindo Yakub.











